Menu
Back to top
BREAKING NEWS
Social Media Shout
EVENT
EVENT
MARKETING & PROMOTION
MARKETING & PROMOTION
SOCIAL MEDIA SHOUT
SOCIAL MEDIA SHOUT
Choose category:

Social Media Shout

8 Langkah Meng-Update CV-mu Agar Lebih Powerful

05 February 2016

Kapan terakhir kali kamu otak-atik CV-mu? Mestinya saat ini kamu sudah jauh lebih berkembang dan tentunya akan ada begitu banyak yang harus kamu update dalam CV-mu. Anggap saja CV (Curriculum Vitae) adalah dokumentasi progress dan capaian dalam hidupmu.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengupdate CV (Curriculum Vitae).

Banyak pengalaman berbagai kisah nyata yang bisa di-share. Yaitu tentang bagaimana CV mereka berhasil digunakan untuk berbagai tujuan. Misalnya mendaftar/melamar pekerjaan, atau mendapatkan beasiswa studi lanjut ke luar negeri. Hampir bisa dipastikan, salah satu faktor utama keberhasilan mereka adalah menuangkan segalanya di dalam sebuah CV yang betul-betul powerful.

Apakah CV yang powerful itu harus panjang dan super lengkap serta detil? Atau cukup poin-poin intinya saja dan tidak perlu harus bertele-tele?

Para pewawancara (pekerjaan atau beasiswa) biasanya selalu berbekal CV sebelum memanggil para pelamar atau pendaftar masuk ke ruangan. Kalau kamu bisa sampai pada fase wawancara ini, sebenarnya sudah oke banget lho. Karena itu berarti CV kamu berhasil meyakinkan mereka untuk menyisihkan ribuan pelamar lainnya.

Tapi meskipun berhasil masuk ke dalam ruangan wawancara, bila ternyata muncul something wrongpada CV-mu, hasil akhirnya tetap sama dengan mereka yang sudah tersisih di awal.

Berdasarkan pengalaman menyeleksi belasan ribu pelamar pekerjaan selama ini, pastikan kamu meng-upgrade CV kamu sesuai dengan 8 hal dibawah ini agar semakin powerful.

1. Apapun Yang Kamu Cantumkan di Dalamnya, Tuliskan Dengan Kejujuran! Simple …

Kamu harus yakin dan betul-betul yakin, bahwa kejujuran adalah pilar utama kesuksesanmu di masa depan. Memang sih, kalau jujur kadang CV kita biasa-biasa saja, karena itulah CV harus betul-betul meyakinkan. Tapi kalau data yang diisikan adalah palsu, maka kamu telah meneken sebuah kontrak kehancuran masa depanmu. Misalnya, anda memalsukan gelar atau IPK, jangan dikira HRD perusahaan akan langsung percaya mentah-mentah. Sangat mungkin HRD melakukan cross-check ke kampus untuk menanyakan keabsahannya. Kalau ketahuan, fatal akibatnya dan anda tidak dipercaya untuk selamanya.

Ingat, perusahaan tidak selalu mencari pegawai yang super, tapi mengharapkan mereka yang biasa-biasa saja wajar dan jujur yang akan menjadi ‘anggota keluarga’ mereka.

2. Buat Dalam Versi Yang Kamu Sesuaikan Dengan Target dan Tujuan Spesifik Yang Ingin Diraih.

Tentukan targetmu terlebih dahulu, dan fokus pada tujuan yang ingin diraih. Apakah untuk mencari pekerjaan atau mendaftar beasiswa. Lalu perdalam lagi informasi tentang target kamu, misalnya perusahaan apa atau posisi/pekerjaan apa yang kamu targetkan. Masing-masing posisi atau jabatan akan menentukan approach apa yang digunakan perusahaan untuk menyeleksi para kandidat.

Pada prinsipnya kumpulkan seluruh materi yang akan dimasukkan ke dalam CV. Memasukkan data dan informasi ke dalam CV sebisa-mungkin harus selengkap-lengkapnya. Namun terkadang tidak semuanya harus dicantumkan. Mungkin saja ada beberapa data atau informasi anda yang tidak cocok untuk keperluan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan tertentu.

Source: www.rikvanrixel.com

Source: www.rikvanrixel.com

 

Identifikasi dengan teliti posisi yang ditawarkan dalam lowongan, posisi manajerial atau pelaksana/operasional?

Terkadang, profil kamu tidak cocok untuk posisi manajerial, alias lebih cocok di posisi pelaksana/operasional. Atau bisa juga sebaliknya. Nah, akan menjadi masalah bila kamu ingin memaksakan diri mencoba posisi yang tidak cocok dengan background di CV -mu. (Catatan: Maksudnya, bukan berarti kamu tidak mampu bekerja di posisi tersebut. Hanya saja, data dan informasi mengenai dirimu di CV kurang kuat untuk meyakinkan reviewer.)

Saran: Cantumkan data dan informasi secara selektif, jangan terlalu banyak yang kontradiktif dengan target kamu. Perkuat dan perdalam data dan informasi yang sesuai dengan target. Tampilkan hobi/interest sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Dan, tampilkan hobi/interest sesuai dengan brandproduk perusahaan yang dilamar.

3. Sebaiknya Jangan Mengaku ‘Expert’, Kalau Memang Belum Mencapai Kompetensi Untuk Keahlian/Ketrampilan Tertentu. Kalau Dipaksakan, Bisa Jadi ‘PHP’ Bagi Reviewer.

Hal ini agak mirip dengan No.1 diatas, namun dalam perspektif berbeda. Misalnya, kamu pernah ikut kursus ‘Komputer Desain Grafis’ dan mendapatkan sertifikat dari pihak penyelenggara kursus (Training Center). Biasanya seluruh peserta kursus memang otomatis akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan.

Kemudian kamu tanpa ragu-ragu akan mencantumkan ‘Desain Grafis’ sebagai ‘Keahlian’ di dalam CV kamu. Nah, sangat disarankan, jangan asal ikut kursus komputer hanya untuk cari sertifikat. Faktanya, banyak pencari kerja yang ditanya lebih jauh dan detil pada proses wawancara tentang keahlian yang dicantumkan di CV, ternyata masih jauh dari standar yang diharapkan perusahaan. CV-nya dipenuhi bermacam-macam ketrampilan tapi masih sangat mentah. Setelah kursus selesai, usahakan perdalam ketrampilan dan praktekkan untuk sesuatu yang riil. Misalnya untuk ketrampilan Desain Grafis, cobalah membuat desain poster yang memang akan diproduksi/dicetak untuk keperluan tertentu.

Contoh lainnya yang sering ditemui adalah Bahasa Inggris (Speaking, Listening, Writing) diisi “Baik”. Padahal tidak sulit untuk menguji ketrampilan Bahasa Inggris. Dari pengalaman selama ini, hanya 10% pelamar pekerjaan yang ketrampilan Bahasa Inggris-nya sesuai dengan isian di CV. Akibatnya, para user yang mewawancarai seperti terkena “PHP”. Sangat jarang pelamar melampirkan sertifikat TOEFL/IELTS. Ketika ditanya lebih lanjut tentang TOEFL/IELTS-nya, banyak pelamar mengaku belum pernah tes sejak masuk kuliah dulu. Atau, ketika didesak lebih jauh, mereka menjawab masih belum mencapai TOEFL 500, malah masih jauh di sekitaran skor 400-an.

Saran: Buatlah level yang agak fleksibel, misal skala 1 sampai 10. Maka kamu bisa mencantumkan pada level 7 apabila anda merasa belum fasih tapi bermaksud membuat CV yang mampu meyakinkan reviewer pada proses seleksi dokumen/administrasi.

Source: streetsmash.com

Source: streetsmash.com

4. Disusun 2-3 Halaman Cukup, Cantumkan Hal-hal Yang Penting.

Semaksimal mungkin cukup 2 sampai dengan 3 halaman saja. Pilih dan cantumkan riwayat pekerjaan, organisasi dan kegiatan anda yang bermakna signifikan. Penghargaan dan prestasi amat disarankan untuk dicantumkan, namun tetap harus selektif.

Aktif di berbagai organisasi/kepanitiaan, namun kalau hanya sebatas menjadi anggota maka sebaiknya juga harus selektif. Jangan sampai terlihat narsis tapi kurang bermakna.

 5. Kesan Pertama Selalu Penting! Design/Tampilan CV Jangan Yang Biasa-biasa Saja. Tapi Kalau Norak Bakal Jadi Bumerang. Serta Yakinlah, CV Yang Rapi Akan Menyentuh Hati Reviewer.

Desain CV akan memperkuat kesan pertama - Source: lockerdome.com

Desain CV akan memperkuat kesan pertama – Source: lockerdome.com

Banyak template CV di internet yang bisa dijadikan rujukan. Pilih desain yang elegan dan jangan yang terlalu norak. Sekali lagi sesuaikan dengan tujuan pembuatan CV dan karakter perusahaan yang menawarkan lowongan pekerjaan.

6. Tunjukkan Prestasi Khusus-mu Sebagai ‘Unique Selling Point‘ Yang Membedakan Kamu Dengan Pelamar Lain.

Misalnya: Karya Tulis, atau Penelitian atau Tugas Akhir, atau Kompetensi khusus yang betul-betul kamu kuasai, atau yang bisa memberi gambaran tentang ‘Unique Selling Point‘ (USP) kamu, yang tentunya sesuai dengan posisi yang ditawarkan.

Misalnya kamu melamar pekerjaan untuk posisi “manajer marketing”. Kebetulan kamu dulu pernah memiliki pengalaman (success story) memasarkan sebuah produk/kegiatan di masa lampau. Entah ketika kamu bekerja di perusahaan terdahulu, atau ketika masih aktif di kegiatan kemahasiswaan. Dan menurutmu, itu sebuah prestasi yang cukup istimewa karena dicapai dengan perjuangan yang berat dan membuktikan kapasitasmu sebagai koordinator tim marketing. Maka, disarankan untuk mendeskripsikan secara singkat di dalam CV-mu, yaitu di bagian ‘Pengalaman Kerja’ atau ‘Pengalaman Berorganisasi’.

7. Tambahkan Lagi Orang-orang Penting Yang Bersedia Jadi ‘Rekomendator’.

Mohonkan agar mereka bersedia dicantumkan nama, posisi dan email serta alamat/nomor kontaknya di dalam CV-mu sebagai ‘Rekomendator’. Misalnya, profesor atau Dosen pembimbing Tugas Akhir, atau mantan atasanmu terdahulu. Ini akan sangat memperkuat posisi tawar kamu.

8. Minta orang lain untuk menilai CV-mu (teman, dosen, dan profesional).

Sebelum kamu gunakan CV untuk keperluan tertentu, mintalah tanggapan dan kritik dari banyak orang tentang CV-mu. Masukan dari mereka akan meningkatkan obyektifitas dan akan membuktikan apakah CV-mu sanggup menghasilkan efek persepsi se-powerful seperti yang kamu harapkan.

Sumber: http://www.isigood.com/karir-wirausaha/yuk-lagi-update-cv-mu-agar-lebih-powerful-sesuaikan-dengan-ke

Registration Form

Other Shout

No news available