Permasalahan supply chain menjadi tantangan tersendiri bagi setiap perusahaan. Apalagi, dengan permintaan konsumen yang semakin meningkat, pelaku bisnis harus bisa menyesuaikan antara penawaran dan juga penawaran. Perusahaan pun dituntut untuk bergerak cepat demi menjaga potensi profit agar terus stabil. Jika tidak bisa menyesuaikan, maka perusahaan bisa mengalami kerugian karena persoalan tersebut.
Nah, pada kesempatan ini, kita akan membahas tentang apa yang dimaksud extended supply cahain serta manfaat dari penggunaannya.
Sebelum adanya supply chain atau rantai pasokan, sering kali perusahaan merugi akbibat pengiriman produk yang tidak sesuai dengan pasar. Karena itulah, konsep rantai pasokan ini mulai diterapkan sebagai upaya untuk menekan kerugian. Bila penerapannya tepat dan efektif, supply chainpun akan meningkatkan nilai laba atau keuntungan. Sehingga, perusahaan mengalami kemajuan dan perkembangan sesuai dengan visi dan misi.
Supply chain membatu menghubungkan semua pihak yang berkaitan dengan produksi barang. Bukan hanya proses produksi, masalah pendistribusian pun akan lebih efektif bila menggunakan rantai pasok. Sebab, antara satu bagian dengan bagian lainnya akan saling terhubung (terintegrasi) secara real-time sehingga memudahkan proses koordinasinya.
Berdasarkan data dari SAP Benchmarking and Customer Success Story, extended supply chain bisa meningkatkan kinerja sebuah perusahaan. Misalnya, perusahaan bisa meningkatkan potensi pendapatan mereka hingga 1-2%. Inventaris pun bertambah hingga 5-10% dalam kurun waktu tertentu. Sebaliknya, hari untuk inventaris berkurang menjadi 12%. Dan, proses ekspedisi menurun sampai 35%.
Data-data tersebut tentu memberi keuntungan kepada perusahaan. Sebab, bisnis bisa berjalan secara cepat, serta responsif terhadap kebutuhan pasar. Sehingga, perusahaan pun bisa mengambil langkah yang tepat agar tidak tenggelam dalam persaingan bisnis yang ada.
Setelah mengetahui apa yang dimaksud extended supply cahain, sekarang kita membahas tentang keuntungan-keuntungan yang ditawarkan.
Penggunaan extended supply chain membantu perusahaan untuk memahami keinginan konsumen secara lebih baik. Melalui supply chain, perusahaan akan tahu barang yang dibutuhkan konsumen, dan menentukan waktu yang tepat untuk mengirimkan barang/jasa tersebut.
Ketika konsumen merasa puas, mereka cenderung memberi kepercayaan secara penuh. Artinya, konsumen akan loyal menggunakan jasa perusahaan, baik dalam jangka Panjang atau pun jangka pendek. Dengan demikian, maka potensi untuk menambah jumlah laba tentu semakin meningkat.
Sebelum mengenal teknologi digital, banyak uang yang harus dikeluarkan dalam pengayaan suatu produk. Bukan hanya itu, perusahaan pun dipusingkan dengan masalah pendistribusian yang lumayan rumit. Nah, setelah adanya supply chain, semuanya hal tersebut akan terintegrasi ke dalam satu sistem, sehingga biaya pengeluaran pun dapat ditekan.
Teknologi berperan dalam menjalankan rantai pasokan perusahaan. Mau tidak mau, perusahaan pun harus meningkatkan kualitas SDM untuk beradaptasi dengan sistem ini. Tujuannya jelas, yaitu membiasakan diri dengan teknologi demi terwujudnya proses extended supply chain sesuai keinginan. Jadi
Extended supply chain memberikan gambaran bahwa barang yang dipasok sudah sesuai dengan kebutuhan pasar. Artinya, proses identifikasi produk yang dibutuhkan menjadi lebih baik, dan sehingga perusahaan bisa memprioritaskan produk yang diminati konsumen. Sehingga, potensi keuntungan pun bisa ditingkatkan semaksimal mungkin.
Itulah penjelasan tentang apa yang dimaksud extended supply cahain, semoga bermanfaat. Info lebih lanjut mengenai extended supply chain bisa dilihat di website berikut: https://www.soltius.co.id/id/special-offer/fastplan-extended-supply-chain-solution.