span 1 span 2 span 3

Begini Proses Standar pada Warehouse Management System (WMS) yang Harus Anda Tahu!

Proses standar pada Warehouse Management System (WMS) penting diketahui perusahaan. WMS sendiri merupakan manajemen gudang dan pengelolaan aktivitas penyimpanan barang sementara. WMS ini menjadi kunci utama di dalam supply chain. WMS memiliki fungsi untuk mengontrol berbagai macam proses seperti penerimaan, pengiriman, penyimpanan, pengambilan dan lain sebagainya,

WMS akan membantu para stakeholder dalam mengelola pergerakan barang dari gudang ke gudang sehingga bisa mempercepat lead lebih otomatis. Dengan WMS ini Anda akan mudah mengetahui transaksi dna jumlah stok. Anda juga mudah untuk mengatur lokasi penyimpanan barang secara optimal.

WMS akan membantu perusahaan dalam melakukan alur distribusi barang dengan baik demi bisa mengurangi penundaan dan perusahaan bisa mempertahankan keunggulannya secara kompetitif. Berikut ini proses standar pada Warehouse Management System (WMS) yang penting untuk Anda ketahui:

 

Receiving

Proses standar pada Warehouse Management System (WMS) yang pertama adalah receiving atau menerima. Proses ini menjadi yang paling penting. Agar Anda bisa melakukan penerimaan dengan baik. Gudang ini harus melakukan verifikasi jika ia telah menerima produk yang tepat dan jumlahnya tepat. Selain itu gudang akan mengecek apakah kondisinya tepat di waktu yang tepat. Jika penerimaan ini gagal maka akan memiliki konsekuensi di operasi berikutnya. 

Put Away

Merupakan penyimpanan berupa proses perpindahan barang dermaga penerima ke lokasi penyimpanan gudang yang lebih optimal. Gagal untuk menempatkan barang di lokasi paling ideal bisa membuat produktivitas gudang ini menjadi terganggu.

Penting bagi perusahaan untuk menyimpan barang dengan benar di lokasi yang benar-benar tepat. Hal ini bisa bermanfaat dalam menghemat pemrosesan barang. Anda bisa membuat fungsi gudang ini lebih optimal, keamanan terjaga, bahkan barang menjadi lebih mudah dilacak atau ditemukan.

Put Away ini harus dioptimalkan karena bisa memindahkan barang kemudian disimpan lokasi ke paling optimal. Pemindahan ini dilakukan dengan cepat, efisien dan lebih efektif. Proses dari put away ini adalah WMS akan mulai memindai barcode barang yang mana relevan untuk disimpan. Jika tidak ada barcode inputan secara manual ini akan memberikan konfirmasi jika barang ini sudah berhasil diidentifikasi. Sistem akan berusaha mengarahkan staf ke put away. Setelah itu staf bisa mengirimkan barang ke lokasi penyimpanan lebih relevan.

Picking

Picking adalah proses pergudangan yang penting diperhatikan perusahaan. Tujuannya agar bisa mengumpulkan produk di gudang dan memenuhi pesanan pelanggan secara optimal. Proses ini menjadi yang mahal karena mencakup 55% dari total biaya operasional. Dengan mengoptimalkan proses ini akan bisa memungkinkan Anda untuk mengurangi biaya yang lebih signifikan. Selain itu meningkatkan efisiensi gudang Anda. Penyederhanaan proses ini juga harus memiliki fokus pada akurasi yang lebih tinggi karena kesalahan ini memiliki dampak pada kepuasan pelanggan Anda.

Packing

Pengemasan ini merupakan proses gudang yang mana menggabungkan barang yang diambil di dalam pesanan penjualan kemudian dikirim ke pelanggan. Packing memiliki fungsi utama memastikan untuk meminimalkan kerusakan barang saat barang tersebut meninggalkan gudang. Perhatikan pula pengemasannya agar berat barang tidak bertambah.

Dispatching

Proses Standar pada Warehouse Management System (WMS) yang terakhir adalah dispatching. Merupakan proses akhir gudang dan menjadi awal perjalanan barang ke pelanggan. Pengiriman ini akan dianggap berhasil jika pesanan berhasil dilakukan penyortiran dan pemuatan, setelah itu dikirimkan ke pelanggan yang tepat.

 

Untuk memaksimalkan proses warehouse di perusahaan lebih optimal Anda bisa menggunakan solusi software yang tepat. Anda bisa menggunakan jasa SOLTIUS untuk menyederhanakan proses pergudangan di perusahaan Anda, selain itu membuat proses ini lebih efektif dan lebih efisien. SOLTIUS adalah perusahaan penyedia solusi IT terbaik di Indonesia. Dengan menjadikan SOLTIUS sebagai mitra IT, Anda bisa membuat Proses Standar pada Warehouse Management System (WMS) berjalan lebih optimal, hubungi kontak untuk informasi lebih lanjut klik di sini.

Other News

Jun 11, 2026
Membangun Rantai Pasok Anti-Rapuh: Masterclass Skenario What-If dengan SAP IBP
Jun 9, 2026
Panduan Membuat Dasbor Interaktif di SAP Analytics Cloud: Teknik Visualisasi Efe...