Tenggat waktu dukungan SAP ECC di tahun 2027 semakin dekat, mendesak tim IT untuk segera bertindak sementara jajaran direksi terus menanyakan kejelasan strategi cloud perusahaan. Migrasi dari sistem on-premise lama menuju ekosistem cloud memang merupakan tantangan teknis yang sangat kompleks, namun langkah strategis ini mutlak dieksekusi agar operasional bisnis Anda tetap efisien dan tidak tertinggal oleh kompetitor.
Sebagai jawaban atas urgensi tersebut, artikel ini akan mengupas tuntas solusi RISE with SAP versi pembaruan pasca-Sapphire 2025. Kami merangkum panduan komprehensif yang mencakup definisi sistem, lima komponen utama, perbandingan langsung dengan opsi lain, struktur biaya, hingga checklist kesiapan yang wajib diperhatikan oleh perusahaan di Indonesia sebelum memulai proses migrasi.
Banyak pihak masih mengira RISE with SAP hanyalah paket bundling lisensi perangkat lunak ERP. Faktanya, setelah pembaruan strategis pada ajang SAP Sapphire 2025, RISE with SAP secara resmi didefinisikan sebagai Business Transformation-as-a-Service (BTaaS).
Solusi ini diposisikan sebagai perjalanan transformasi terpandu (guided transformation journey) untuk memigrasikan sistem lama secara aman menuju ekosistem SAP Business Suite modern berbasis cloud. Fokus utamanya adalah meminimalisasi kerumitan teknis di pihak internal perusahaan selama masa transisi.
Dampak solusi ini terhadap operasional bisnis global sangat signifikan. Mengutip data resmi dari SAP Sapphire 2025:
"Sekitar 40% dari total PDB (Produk Domestik Bruto) dunia saat ini dipengaruhi oleh perusahaan-perusahaan yang operasional bisnisnya memanfaatkan RISE with SAP."
RISE with SAP terdiri dari gabungan komponen teknis yang dirancang terintegrasi untuk mendukung seluruh lapisan operasional bisnis. Agar implementasi berjalan maksimal, berikut adalah kelima pilar penyusun utamanya:
Sebagai core ERP generasi terbaru, edisi private cloud ini memberikan fungsionalitas bisnis yang komprehensif, kontrol penuh, dan keamanan tingkat tinggi.
Platform ini berfungsi sebagai pusat integrasi dan ekstensibilitas sistem.
SAP Signavio adalah solusi Business Process Intelligence yang bertugas mengevaluasi alur kerja perusahaan.
Komponen ini memfasilitasi transparansi dan kolaborasi eksternal perusahaan secara real-time.
Komponen ini mencakup metodologi teknis serta panduan eksekusi resmi dari SAP guna menjamin kelancaran proses migrasi
Transisi menuju ekosistem cloud kini menjadi kebutuhan mendesak bagi perusahaan di Indonesia. Keputusan ini didorong oleh perubahan dinamika pasar lokal dan tenggat waktu kebijakan global dari SAP. Berikut adalah tiga alasan utamanya:
Penghentian dukungan resmi untuk sistem SAP ECC pada tahun 2027 mengharuskan perusahaan untuk segera merencanakan migrasi. Keterlambatan transisi akan menimbulkan risiko kerentanan keamanan dan peningkatan biaya pemeliharaan sistem lama.
Infrastruktur on-premise perlahan ditinggalkan karena kurang fleksibel dalam mendukung ekspansi bisnis yang cepat. Perusahaan kini beralih ke cloud untuk efisiensi operasional.
Skala pasar digital Indonesia menuntut ketersediaan infrastruktur IT yang terukur (scalable) agar perusahaan dapat memproses volume data yang tinggi dan tetap kompetitif.
Mengelola infrastruktur IT secara terpisah sering kali memakan waktu, tenaga, dan menyulitkan pengawasan anggaran. RISE with SAP menyederhanakan kerumitan tersebut dengan mengonsolidasikan seluruh kebutuhan infrastruktur, perangkat lunak, dan pemeliharaan ke dalam satu layanan terpadu.
Bagi perusahaan, model terpusat ini merupakan strategi efisien untuk menekan biaya operasional sekaligus mempercepat adopsi teknologi baru. Berikut adalah rincian manfaat nyata yang didapatkan:
|
Manfaat Utama |
Dampak Langsung pada Bisnis |
|
Single Contract & SLA |
Manajemen vendor yang lebih ringkas. Seluruh lisensi software, infrastruktur cloud, dan pemeliharaan disatukan dalam satu kontrak langsung dari SAP. |
|
Continuous Innovation |
Pembaruan teknologi otomatis. Sistem selalu mutakhir dengan akses langsung ke SAP Joule dan lebih dari 130 kapabilitas Artificial Intelligence (AI). |
|
Cloud Flexibility |
Kebebasan memilih infrastruktur. Perusahaan bebas menentukan penyedia cloud (hyperscaler) yang sesuai regulasi, seperti AWS, Azure, GCP, atau Alibaba Cloud. |
|
Predictable OPEX |
Transisi biaya yang terprediksi. Penerapan model langganan (subscription-based) mengeliminasi keharusan alokasi belanja modal (CAPEX) IT yang besar di awal. |
|
Migration Incentives |
Efisiensi biaya transisi. SAP menyediakan program khusus untuk menekan biaya pemindahan sistem. [PERLU DATA VALID: program ini diklaim mampu mengurangi biaya migrasi hingga 50% (sumber: ASUG)]. |
Memilih arsitektur sistem ERP yang tepat sangat bergantung pada skala bisnis, kompleksitas operasional, dan tingkat kontrol yang diwajibkan oleh regulasi perusahaan Anda. SAP menyediakan tiga jalur utama yang masing-masing dirancang untuk profil bisnis yang berbeda.
Agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan investasi, berikut adalah perbandingan teknis dan fungsional antara ketiga opsi tersebut:
|
Aspek Komparasi |
RISE with SAP |
GROW with SAP |
S/4HANA On-Premise |
|
Target Pengguna |
Pengguna SAP lama (Existing) & Perusahaan Skala Besar (Enterprise) |
Pengguna baru (Net new) & Perusahaan Menengah (Mid-market) |
Perusahaan dengan regulasi sangat ketat / Memerlukan kontrol infrastruktur mandiri |
|
Edisi ERP |
S/4HANA Cloud Private Edition |
S/4HANA Cloud Public Edition |
S/4HANA On-Premise |
|
Tingkat Kustomisasi |
Tinggi (Memungkinkan modifikasi khusus pada arsitektur) |
Standar (Berdasarkan best-practice bawaan sistem) |
Tertinggi (Kontrol penuh atas modifikasi kode) |
|
Model Biaya |
Berbasis Langganan (Subscription) |
Berbasis Langganan (Subscription) |
Beli Putus (License) + Biaya Pemeliharaan IT |
|
Akses AI (SAP Joule) |
Terintegrasi Penuh (✓) |
Terintegrasi Penuh (✓) |
Sangat Terbatas |
Mengambil keputusan investasi sistem berskala enterprise memerlukan pandangan yang objektif. RISE with SAP memang menawarkan banyak kemudahan operasional, namun bukan berarti tanpa tantangan yang harus dipertimbangkan secara matang oleh jajaran manajemen dan tim IT perusahaan Anda.
Sebagai bentuk evaluasi transparan, berikut adalah rincian keunggulan dan titik kelemahan yang perlu Anda antisipasi:
Keunggulan Utama
Kekurangan dan Pertimbangan Kritis
Migrasi sistem bisnis inti ke ekosistem cloud berskala enterprise memerlukan perencanaan teknis yang presisi. Agar investasi ini terhindar dari risiko operasional, pastikan perusahaan Anda mengikuti lima tahapan strategis berikut:
Gunakan alat Readiness Check dari SAP untuk memindai tingkat kompleksitas infrastruktur IT on-premise Anda saat ini.
Menunjuk konsultan dengan keahlian teknis dan pemahaman regulasi lokal sangat krusial untuk mencegah kegagalan sistem.
Jajaran IT wajib memberikan justifikasi nilai strategis proyek ini kepada dewan direksi (board members) sebelum memulai implementasi.
Fase pemindahan data menuju hyperscaler yang telah dipilih, dengan panduan metodologi resmi dari SAP.
Fase untuk memaksimalkan nilai investasi setelah sistem berhasil dijalankan (go-live).
Secara teknis tidak wajib pada detik ini juga. Namun, dengan berakhirnya dukungan resmi untuk SAP ECC pada tahun 2027, beralih ke S/4HANA (yang kini didorong penuh melalui jalur RISE atau GROW) menjadi langkah operasional yang esensial agar sistem Anda tetap mendapat pembaruan dan perlindungan keamanan.
SAP S/4HANA Cloud adalah produk perangkat lunaknya (ERP). Sementara itu, RISE with SAP adalah layanan terpadu (Business Transformation-as-a-Service) yang membungkus lisensi S/4HANA, infrastruktur hosting cloud, alat migrasi, dan pemeliharaan ke dalam satu kontrak tunggal.
Ya. Skema RISE with SAP memberikan fleksibilitas kepada perusahaan untuk memilih penyedia layanan cloud (hyperscaler). Anda dapat memilih penyedia yang memiliki infrastruktur data center secara fisik di wilayah Indonesia (seperti AWS atau GCP Jakarta Region) untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
RISE with SAP umumnya dirancang untuk skala menengah ke atas. Metrik yang digunakan adalah Full Usage Equivalents (FUE). Kebutuhan minimum lisensi sangat bergantung pada negosiasi dan profil spesifik perusahaan Anda, namun biasanya direkomendasikan untuk operasional dengan skala pengguna yang masif.
Sangat bisa. SAP menyediakan beberapa jalur migrasi, termasuk konversi sistem langsung (Brownfield) atau implementasi baru yang dikombinasikan dengan data lama (Bluefield / Selective Data Transition), didukung langsung oleh tools bawaan dari RISE.
Meskipun RISE memberikan layanan terpadu dari SAP, Anda tetap membutuhkan mitra ahli untuk eksekusi teknis harian. Partner tersertifikasi memastikan konfigurasi sistem sesuai dengan regulasi bisnis lokal di Indonesia, mengeksekusi pemindahan data tanpa merusak operasional, dan melatih tim internal Anda.
Beralih ke infrastruktur cloud melalui RISE with SAP adalah keputusan strategis untuk mempertahankan daya saing operasional perusahaan di Indonesia. Mengingat dukungan resmi untuk SAP ECC akan berakhir pada 2027, perusahaan harus segera merencanakan migrasi untuk menghindari risiko sistem.
Sebagai langkah awal, berikut 3 tindakan konkret yang dapat dieksekusi oleh tim Anda minggu ini:
Siap Memulai Transformasi RISE with SAP?
Jangan biarkan kerumitan teknis menghambat pertumbuhan bisnis Anda. Sebagai SAP Platinum Partner dengan rekam jejak panjang di Indonesia, Soltius siap membantu memastikan kelancaran eksekusi migrasi dari tahap Discovery hingga Go-Live.
Hubungi tim ahli teknis Soltius hari ini untuk menjadwalkan konsultasi awal dan temukan strategi implementasi yang paling presisi untuk arsitektur sistem Anda. Info lebih lanjut mengenai detail produk Rise With SAP ini bisa di cek melalui link berikut : https://www.soltius.co.id/solutions-by-products/reading/rise-with-sap