Tak dapat dipungkiri, perpindahan sistem perusahaan tak jarang menimbulkan rasa was-was bahkan jauh sebelum prosesnya dimulai. Sebagai contoh, ketika perusahaan memutuskan melakukan migrasi ke SAP S/4HANA. Kekhawatiran yang timbul bukan hanya tentang bagaimana migrasinya bisa berjalan mulus tanpa kendala melainkan kekhawatiran besar akan hilangnya data lama (data historis) yang telah dikumpulkan bertahun-tahun.
Bukan sembarang data. Data historis ini berisi data pelanggan, transaksi, laporan keuangan, dan informasi krusial lainnya yang tentu saja sangat berharga. Data historis ini tentu tak dapat dihapus begitu saja dan justru harus selalu tersedia karena bisa dibutuhkan sewaktu-waktu.
Bagi banyak perusahaan, hal ini menjadi suatu dilema. Di satu sisi, mereka ingin bertransformasi dengan sistem yang lebih efisien dan modern. Namun, disisi lainnya, data historis harus tetap tersedia dan dapat diakses karena berkaitan dengan keperluan audit, analisis, hingga kewajiban hukum seperti perpajakan. Tapi bagaimana bisa data ini bisa tetap bisa diakses jika data tersebut tersimpan di sistem lama yang tidak lagi dioperasikan secara aktif.
Nah, disinilah SNP menghadirkan Datafridge, yang memungkinkan data historis tetap aman, tersedia, dan dapat diakses kapan saja meskipun sistem telah bermigrasi ke sistem baru. Bagaimana mekanisme lengkapnya? Cek disini!
Mengambil konsep “Datafridge”. Bukan sekedar nama unik untuk daya tarik. Melainkan memang menjadi gambaran mengenai fungsi utama platform ini. Menjadi seperti “lemari pendingin” bagi data. Tersimpan dengan baik secara aman dan bisa diambil kapan saja ketika dibutuhkan. Namun berbeda dengan sekadar arsip pasif, Datafridge memungkinkan data itu tetap dapat diakses dengan cepat tanpa perlu menjaga keseluruhan sistem legacy tetap hidup.
Secara teknis, SNP Datafridge adalah solusi penyimpanan aktif (active archiving) yang menjaga integritas data historis dari sistem SAP lama. Alih-alih melakukan system decommissioning penuh yang berisiko menghilangkan konteks hubungan antarobjek data, Datafridge membuat salinan terstruktur dan menguncinya dalam format yang masih dapat ditelusuri. Dengan mekanisme cerdas ini, perusahaan bisa menonaktifkan sistem lama tanpa kehilangan kemampuan untuk menjawab permintaan audit atau meninjau laporan masa lalu yang membutuhkan akses terhadap data historis.
Banyak perusahaan salah langkah saat migrasi. Begitu sistem baru berjalan, sistem lama langsung dimatikan total. Secara operasional mungkin efisien, tetapi secara regulasi bisa berisiko. Ketika auditor menanyakan data transaksi tiga tahun lalu, atau ketika tim analitik ingin menelusuri tren historis, akses itu tidak lagi tersedia.
SNP Datafridge mengambil posisi sebagai jembatan. Ia memungkinkan perusahaan melakukan decommissioning sistem lama tanpa kehilangan fungsi akses data. Melalui interface yang aman dan mudah dioperasikan, tim bisnis atau audit tetap bisa melakukan pencarian, membuka dokumen, dan mengekstrak data yang dibutuhkan. Dan sekali lagi, semuanya tanpa perlu mengaktifkan kembali sistem legacy.
Nah, mekanisme kerja ini tidak hanya menghemat biaya pemeliharaan, tetapi juga mengurangi risiko keamanan yang sering muncul dari sistem lama yang masih terkoneksi ke jaringan perusahaan.
Dalam konteks audit, Datafridge menjawab kebutuhan paling mendasar yakni akses data historis yang sah dan akurat. Setiap transaksi tetap tersimpan dengan atribut aslinya, termasuk jejak audit dan hubungan antardokumen. Saat regulator atau auditor eksternal meminta bukti, data dapat ditampilkan secara langsung, lengkap dengan struktur aslinya.
Sementara dari sisi analitik, keberadaan data lama justru menjadi aset tambahan. Banyak tim bisnis kini mengombinasikan data historis dengan data baru untuk membaca pola jangka panjang, misalnya, memahami perilaku pelanggan lintas generasi sistem atau menilai efektivitas strategi lama dibandingkan yang baru. Dengan Datafridge, hal ini menjadi mungkin tanpa harus membuka kembali sistem yang sudah ditutup.
Satu hal yang sering terlewat yakni setiap sistem lama yang tetap hidup membawa biaya tersembunyi. Server, lisensi, tenaga pemeliharaan, hingga aspek keamanan siber. SNP Datafridge membantu memangkas semua itu karena data disimpan dalam format yang efisien, aman, dan terisolasi dari sistem utama.
Selain itu, perusahaan juga tetap mematuhi regulasi penyimpanan data baik yang bersifat internal maupun eksternal. Aturan seperti GDPR, ISO 27001, atau ketentuan pemerintah lokal biasanya mensyaratkan retensi data dalam periode tertentu. Dengan Datafridge, perusahaan dapat memenuhi tuntutan itu tanpa melanggar prinsip minimalisasi risiko.
Transformasi digital sering kali membuat tim IT berada di bawah tekanan tinggi. Di satu sisi harus memastikan sistem baru berjalan lancar, di sisi lain harus memastikan nasib data lama tetap aman. Nah, dalam aspek ini, Kehadiran SNP Datafridge membuat fase transisi ini menjadi lebih tenang dan minim stres.
Pasalnya, seluruh data historis yang penting tetap tersedia, sementara sistem baru bisa dioptimalkan tanpa beban data lama yang tidak relevan untuk operasional harian.
Adopsi SNP Datafridge tentu akan jauh lebih mudah ketika didampingi oleh mitra yang berpengalaman. Dalam hal ini, Soltius dapat menjadi mitra yang tepat karena memiliki rekam jejak yang panjang dan telah mendampingi banyak perusahaan lintas industri dalam melakukan transformasi sistem termasuk SNP Datafridge.
Dengan kombinasi keahlian teknis dan pemahaman mendalam terhadap regulasi lokal, Soltius mampu membantu klien menjalankan Datafridge secara tepat dan berkelanjutan. Tim Soltius memastikan setiap tahap implementasi berlangsung aman, efisien, dan selaras dengan kebutuhan bisnis Anda.
Jadi, bila Anda tengah menyiapkan transformasi sistem SAP dan ingin memastikan seluruh data lama tetap aman, berkonsultasilah dengan tim kami hari ini dan mari wujudkan migrasi sistem yang efisien, aman dan tanpa rasa khawatir bersama Soltius.