span 1 span 2 span 3

Apa Itu Cloud Computing dan Jenis Layanannya untuk Bisnis

Banyak vendor menyebut hampir semua layanan berbasis internet sebagai cloud, termasuk server sewaan yang kapasitasnya tidak dapat diubah secara mandiri. Hal ini sering menyebabkan perbedaan pemahaman dalam rapat anggaran, yang baru terlihat saat migrasi ERP ke cloud mengalami kendala. Artikel ini menggunakan standar baku untuk menguji apa yang benar-benar dapat disebut cloud computing dan bagaimana jenis layanannya diklasifikasikan.

Ringkasnya: Cloud computing (komputasi awan) adalah model penyediaan sumber daya komputasi bersama, mencakup server, penyimpanan, jaringan, dan aplikasi, yang tersedia sesuai permintaan, dapat ditambah atau dikurangi dengan cepat, dan ditagih sesuai pemakaian. Standar NIST SP 800-145 merumuskannya melalui lima karakteristik esensial, tiga model layanan, dan empat model deployment.

Apa yang membuat sebuah layanan disebut cloud?

Tidak semua yang diakses lewat internet layak disebut cloud. National Institute of Standards and Technology (NIST) menetapkan lima karakteristik esensial yang harus terpenuhi sekaligus, dan kelimanya berfungsi sebagai alat uji cepat terhadap tawaran vendor. Dokumennya memosisikan diri sebagai alat pembanding, bukan sertifikasi kepatuhan.

Rumusan itu terbit lewat SP 800-145 pada September 2011.

  1. On-demand self-service: konsumen menyediakan kapasitas komputasi sendiri, secara sepihak dan otomatis, tanpa interaksi manusia dengan penyedia.
  2. Broad network access: kapabilitas tersedia lewat jaringan dengan mekanisme standar, dari ponsel sampai workstation.
  3. Resource pooling: sumber daya dikumpulkan untuk melayani banyak konsumen secara multi-tenant, dialokasikan ulang secara dinamis sesuai permintaan.
  4. Rapid elasticity: kapasitas ditambah dan dilepas dengan cepat, kadang otomatis, dan bagi konsumen sering tampak tak terbatas.
  5. Measured service: pemakaian terukur lewat kapabilitas metering, lalu dipantau dan dilaporkan secara transparan bagi kedua pihak.

Pengujian ini memiliki dampak praktis. Server virtual yang kapasitasnya hanya dapat diubah melalui tiket tidak memenuhi kriteria on-demand self-service. Tagihan bulanan tetap tanpa laporan pemakaian juga tidak memenuhi measured service. Karena kelima karakteristik harus terpenuhi, layanan tersebut tidak sesuai dengan definisi cloud menurut NIST.

Layanan tersebut lebih tepat disebut hosting.

Jenis Layanan Cloud dan Model Deployment: Dua Sumbu yang Sering Tertukar

Cloud diklasifikasikan berdasarkan dua aspek: jenis layanan yang digunakan, serta untuk siapa dan di mana infrastruktur dijalankan. Banyak artikel mencampur kedua aspek ini dalam satu daftar. NIST membedakannya sejak awal melalui tiga model layanan dan empat model deployment, karena masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda.

Aspek pertama adalah jenis layanan cloud. Software as a Service (SaaS) menyediakan aplikasi yang langsung dapat digunakan

Platform as a Service (PaaS) menyediakan platform untuk membangun dan menjalankan aplikasi. Infrastructure as a Service (IaaS) menyediakan infrastruktur dasar seperti server virtual, penyimpanan, dan jaringan. Perbandingan ketiganya, termasuk batas tanggung jawab pengelolaan, sebaiknya dibahas secara terpisah.

Aspek kedua, yaitu model deployment, menjelaskan di mana dan untuk siapa infrastruktur dijalankan. Berikut perbandingan praktisnya:

Diperuntukkan bagi (NIST)

Publik umum; sumber daya dibagi multi-tenant

Satu organisasi (banyak unit bisnis)

Dua infrastruktur terpisah, terikat agar data dan aplikasi bisa berpindah

Lokasi infrastruktur (NIST)

Di premis penyedia cloud

Bisa on-premise maupun off-premise

Tersebar di dua lingkungan atau lebih

Dimiliki & dikelola (NIST)

Organisasi bisnis, akademik, atau pemerintah

Organisasi sendiri, pihak ketiga, atau kombinasinya

Kombinasi, terikat teknologi standar atau proprietary

Kontrol & kustomisasi (praktik)

Paling rendah

Paling tinggi

Per beban kerja

Profil biaya (praktik)

Bayar sesuai pemakaian (OpEx)

Komitmen lebih besar di muka

Campuran

Paling cocok saat (praktik)

Beban fluktuatif, butuh cepat

Kontrol/kepatuhan ketat, beban stabil

Sebagian data wajib tetap terkendali

Penjelasan mengenai lokasi mengoreksi miskonsepsi umum: private cloud tidak selalu berarti server berada di kantor sendiri, karena NIST memperbolehkan private cloud berada di luar lokasi dan dioperasikan oleh pihak ketiga.

NIST juga mencantumkan model keempat, yaitu community cloud, yang ditujukan untuk organisasi dengan kepentingan bersama seperti misi atau kepatuhan. Di Indonesia, model ini jarang digunakan secara komersial. Kewajiban perlindungan data pribadi (UU No. 27 Tahun 2022) sering mendorong beban kerja tertentu ke private atau hybrid cloud. Studi kasus per sektor industri menunjukkan pola ini.

Apa Manfaat Cloud Computing bagi Bisnis?

Manfaat utama cloud computing bukan hanya penghematan, tetapi juga pergeseran belanja dari modal ke operasional, kapasitas yang dapat disesuaikan dengan permintaan, serta penyediaan lingkungan baru tanpa menunggu siklus pengadaan perangkat. Semua manfaat ini berasal dari rapid elasticity dan measured service, bukan dari lokasi server.

IDC memproyeksikan belanja layanan cloud publik global menembus USD 1 triliun pada 2026, tumbuh sekitar 21% setahun.

Cloud tidak selalu lebih murah. Untuk beban kerja yang stabil dan dapat diprediksi, terutama di perusahaan dengan pusat data dan tim yang sudah ada, biaya cloud bisa lebih tinggi. Penghematan hanya terjadi jika elastisitas dimanfaatkan, karena kapasitas yang tidak digunakan tetap harus dibayar. Oleh karena itu, pertanyaan utamanya adalah seberapa fluktuatif beban kerja Anda, bukan seberapa besar diskonnya. Ketergantungan pada konektivitas adalah konsekuensi model ini, bukan kelemahannya.

Apa Artinya Ini untuk Sistem Inti seperti ERP?

Karakteristik dan model deployment menjadi sangat relevan ketika sistem yang dipindahkan adalah sistem inti seperti keuangan, persediaan, dan produksi. Dalam ekosistem SAP, ERP cloud hadir sebagai SAP S/4HANA Cloud, dan pilihan deployment akan memengaruhi ruang kustomisasi, kepatuhan, serta rencana downtime.

RISE with SAP merupakan solusi dari SAP untuk memigrasikan sistem inti ke cloud ERP bagi pelanggan yang ingin memodernisasi sistem on-premise mereka.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa bedanya cloud computing dengan hosting atau server biasa?

Gunakan lima karakteristik esensial NIST SP 800-145 sebagai acuan. Server sewaan yang kapasitasnya hanya dapat diubah melalui tiket dan ditagih secara flat per bulan tidak memenuhi dua kriteria: on-demand self-service dan measured service. Cloud mengharuskan penyediaan mandiri tanpa intervensi penyedia serta pemakaian yang terukur.

Apakah data perusahaan aman di cloud?

Keamanan bergantung pada model deployment yang dipilih dan pembagian tanggung jawab, bukan pada cloud itu sendiri. Data dan identitas tetap menjadi tanggung jawab perusahaan. Kontrol atas lokasi data kini menjadi kriteria utama; Gartner memproyeksikan belanja sovereign cloud IaaS global mencapai USD 80 miliar pada 2026.

Kesimpulan

Cloud computing tidak ditentukan oleh lokasi server, melainkan oleh model penyediaan yang memenuhi lima karakteristik esensial. Pertanyaan utama bukan “cloud atau tidak”, tetapi model deployment mana yang sesuai untuk setiap beban kerja. Sebagai mitra implementasi SAP yang diakui sebagai Best RISE dan Best Cloud Partner (2021), Soltius mendampingi perusahaan dalam memigrasikan sistem inti ke cloud melalui layanan Migration.

Untuk mendiskusikan kesiapan sistem inti Anda menuju cloud, termasuk opsi RISE with SAP, silakan kunjungi soltius.co.id.

Other News

Aug 27, 2026
Account Payable & Account Receivable: Pengertian dan Cara Mengelolanya
Aug 25, 2026
Reorder Point (ROP): Rumus dan Contoh Perhitungannya