Laba di laporan tercatat naik, tetapi saldo rekening perusahaan justru makin seret. Direktur bertanya ke mana larinya uang, dan laporan laba rugi tidak menjawabnya karena berbasis akrual. Laporan arus kas menutup celah itu. Artikel ini menguraikan tiga aktivitasnya, beda metode langsung dan tidak langsung, serta contoh angka yang mempertemukan keduanya di satu hasil.
Ringkasnya: laporan arus kas (cash flow statement) adalah laporan keuangan yang merangkum seluruh kas masuk dan kas keluar perusahaan selama satu periode, dikelompokkan ke dalam tiga aktivitas: operasi, investasi, dan pendanaan. Berbeda dari laporan laba rugi yang berbasis akrual, laporan ini hanya mencatat pergerakan kas nyata, sehingga menunjukkan dari mana uang datang dan ke mana perginya.
Laporan arus kas mengelompokkan setiap pergerakan kas ke dalam tiga aktivitas yang menjawab pertanyaan berbeda: operasi menunjukkan apakah bisnis inti menghasilkan kas, investasi memperlihatkan ke mana kas ditanam untuk masa depan, dan pendanaan mengungkap dari mana modal atau pinjaman datang serta ke mana dividen dan cicilan pergi.
Laporan ini adalah salah satu dari lima komponen laporan keuangan lengkap, termasuk dalam macam-macam laporan keuangan yang wajib disusun perusahaan. Standarnya kini bernomor PSAK 207 Laporan Arus Kas, penomoran ulang dari PSAK 2 yang disahkan 12 Desember 2022 dan berlaku efektif 1 Januari 2024 (Ikatan Akuntan Indonesia).
|
Aktivitas |
Contoh Kas Masuk |
Contoh Kas Keluar |
Pertanyaan yang Dijawab |
|---|---|---|---|
|
Operasi |
kas dari pelanggan |
bayar pemasok, gaji, bunga, pajak |
Apakah operasi inti menghasilkan kas? |
|
Investasi |
hasil jual aset tetap |
beli mesin dan peralatan |
Ke mana kas ditanam untuk masa depan? |
|
Pendanaan |
tarik pinjaman, setoran modal |
bayar dividen, cicil pokok utang |
Dari mana pendanaan datang? |
Perbedaan kedua metode hanya terletak pada bagian aktivitas operasi; aktivitas investasi dan pendanaan disusun sama persis. Metode langsung (direct method) merinci penerimaan dan pembayaran kas bruto, seperti kas dari pelanggan dan kas ke pemasok. Metode tidak langsung (indirect method) bertolak dari laba bersih, lalu mengoreksinya dengan pos nonkas dan perubahan modal kerja.
|
Dimensi |
Metode Langsung |
Metode Tidak Langsung |
|---|---|---|
|
Titik awal |
arus kas bruto |
laba bersih |
|
Sumber data |
penerimaan dan pembayaran kas bruto |
laba rugi + perubahan neraca |
|
Kelebihan |
lebih transparan |
lebih hemat kerja |
|
Kekurangan |
menuntut data kas bruto yang jarang rapi |
kaitan ke kas nyata kurang kentara |
Apa pun metodenya, angka arus kas operasinya sama; yang berbeda hanya cara sampai ke sana. Standar menganjurkan metode langsung karena lebih transparan, tetapi praktik mayoritas memakai tidak langsung karena datanya sudah tersedia dari laba rugi dan neraca.
Cara termudah memahami arus kas operasi adalah melihat kedua metode berujung pada angka sama dari data yang sama. Metode tidak langsung menambahkan pos nonkas dan perubahan modal kerja ke laba bersih; metode langsung merangkum arus kas nyata. Pada ilustrasi berikut, keduanya bertemu di Rp65.000.000.
Angka di bawah adalah ilustrasi, melanjutkan perusahaan contoh pada artikel laporan laba rugi: laba bersih Rp82.000.000, penyusutan (nonkas) Rp30.000.000, kenaikan piutang usaha Rp40.000.000, kenaikan persediaan Rp25.000.000, dan kenaikan utang usaha Rp18.000.000.
Metode tidak langsung (aktivitas operasi):
|
Komponen |
Nilai (Rp) |
|---|---|
|
Laba bersih |
82.000.000 |
|
Penyusutan (nonkas) |
30.000.000 |
|
Kenaikan piutang usaha |
(40.000.000) |
|
Kenaikan persediaan |
(25.000.000) |
|
Kenaikan utang usaha |
18.000.000 |
|
Arus kas operasi |
65.000.000 |
Metode langsung (aktivitas operasi):
|
Komponen |
Nilai (Rp) |
Cara hitung |
|---|---|---|
|
Kas dari pelanggan |
810.000.000 |
pendapatan 850, piutang naik 40 |
|
Kas ke pemasok |
(517.000.000) |
HPP 510, persediaan 25, utang 18 |
|
Kas beban operasional |
(190.000.000) |
opex 220, penyusutan 30 |
|
Kas bunga |
(15.000.000) |
pembayaran periode |
|
Kas pajak |
(23.000.000) |
pembayaran periode |
|
Arus kas operasi |
65.000.000 |
dua jalan, satu hasil |
Laporan lengkap (tiga aktivitas):
|
Aktivitas |
Nilai (Rp) |
|---|---|
|
Arus kas operasi |
65.000.000 |
|
Arus kas investasi (beli peralatan) |
(100.000.000) |
|
Arus kas pendanaan (pinjaman 60 kurangi dividen 20) |
40.000.000 |
|
Kenaikan bersih kas |
5.000.000 |
|
Kas awal periode |
50.000.000 |
|
Kas akhir periode |
55.000.000 |
Perhatikan jaraknya: laba Rp82 juta hanya menyisakan tambahan kas Rp5 juta setelah investasi dan pendanaan. Perusahaan yang untung pun bisa kehabisan kas bila piutang menumpuk atau kas terpakai membeli aset.
Di sistem ERP, laporan arus kas tidak disusun ulang manual tiap bulan. Laporan dihasilkan dari data buku besar dengan penanda yang menetapkan tiap akun masuk ke aktivitas mana, sehingga pekerjaan bergeser dari merekap angka menjadi menafsir hasilnya. Konsistensi klasifikasi pun dijaga sistem, bukan ingatan orang.
Di SAP S/4HANA Finance, laporan arus kas dihasilkan lewat semantic tag (penanda semantik) yang dialokasikan ke akun buku besar (G/L account) sebagai sumber datanya, dan tersedia untuk metode langsung maupun tidak langsung. Menurut dokumentasi SAP, rumus dasarnya tetap sama: arus kas = operasi + investasi + pendanaan.
Metode tidak langsung paling umum karena bertolak dari laba bersih yang sudah tersedia di laporan laba rugi, jadi lebih hemat kerja. Metode langsung lebih transparan tetapi menuntut data kas bruto. Menariknya, standar justru menganjurkan metode langsung, meski praktik mayoritas memilih tidak langsung.
Laporan laba rugi berbasis akrual, mencatat pendapatan dan beban saat transaksi terjadi. Laporan arus kas mencatat kas nyata masuk dan keluar. Perusahaan bisa mencatat laba tetapi arus kas operasinya negatif; pada ilustrasi, laba bersih Rp82 juta menjadi arus kas operasi Rp65 juta.
Kas mencakup uang tunai dan saldo rekening bank. Setara kas (cash equivalents) adalah investasi sangat likuid berjangka sangat pendek, lazimnya jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak perolehan, yang mudah dikonversi menjadi kas dengan risiko perubahan nilai kecil. Itulah yang dilacak laporan arus kas.
Laporan arus kas berguna justru karena menunjukkan kas nyata, bukan laba di atas kertas, dan apa pun metodenya angka operasinya sama; yang berbeda hanya cara menyajikannya. Membacanya berdampingan dengan laba rugi mencegah salah baca “untung tapi kas seret”. Sebagai SAP Platinum Partner melalui United VARs dan berpengalaman sejak 1998, Soltius mengimplementasikan dan mendampingi SAP S/4HANA Finance, termasuk menata pelaporan keuangan di atasnya.
Untuk mendiskusikan penataan laporan arus kas dan pelaporan keuangan di SAP S/4HANA Finance, kunjungi soltius.co.id.