span 1 span 2 span 3

Mengenal Apa Itu Migration to Cloud RISE untuk Transformasi Digital Bisnis Anda

Menjelang penghentian dukungan pemeliharaan utama (mainstream maintenance) untuk SAP ERP Central Component (ECC) pada akhir tahun 2027, infrastruktur IT perusahaan Anda menghadapi risiko operasional dan keamanan yang nyata. Mempertahankan sistem on-premise berstatus legacy berarti secara sadar mengekspos sistem terhadap kerentanan keamanan tanpa jaminan patch terbaru, sekaligus meningkatkan akumulasi technical debt (utang teknis). Lebih dari itu, arsitektur data yang usang akan membatasi kapasitas sistem inti (core system) dalam mengintegrasikan otomatisasi tingkat lanjut, sehingga menuntut adanya restrukturisasi infrastruktur yang terukur tanpa menyebabkan downtime operasional berkepanjangan.

Untuk menjawab tantangan arsitektur tersebut, RISE with SAP dikembangkan sebagai model Business Transformation as a Service (BTaaS) yang memfasilitasi dan menstandarisasi proses pemindahan beban kerja SAP Anda ke lingkungan cloud. Melalui panduan ini, kita akan mengenal apa itu Migration to Cloud RISE untuk Transformasi Digital Bisnis Anda secara menyeluruh. Pembahasan akan berfokus pada evaluasi urgensi pembaruan sistem, pemetaan arsitektur migrasi yang paling sesuai dengan kondisi database saat ini, hingga tahapan deployment teknis untuk memastikan transisi sistem berjalan aman dan efisien.

Apa Itu Migration to Cloud RISE? Memahami Konsep Dasar dan Arsitekturnya

Konsep utama dari migrasi ini bukanlah proses lift-and-shift biasa, di mana Anda sekadar memindahkan server fisik ke data center milik provider cloud. Lebih dari itu, ini adalah perombakan arsitektur IT secara menyeluruh yang ditujukan untuk modernisasi operasional.

Definisi Migration to Cloud RISE with SAP: Lebih dari Sekadar Migrasi IaaS

Secara teknis, RISE with SAP adalah model penawaran perangkat lunak sebagai layanan (Software as a Service/SaaS) yang menggabungkan lisensi ERP inti, infrastruktur komputasi awan (AWS, Google Cloud, atau Azure), dan manajemen layanan terkelola (managed services).

Paket terpadu ini dirancang secara khusus untuk menyederhanakan kompleksitas pengadaan IT (IT procurement). Perusahaan Anda tidak perlu lagi mengelola banyak kontrak vendor yang berbeda, karena semuanya bernaung di bawah satu Service Level Agreement (SLA) langsung dari SAP.

Dalam arsitektur standar RISE with SAP, perusahaan Anda akan secara otomatis terintegrasi dengan komponen-komponen krusial berikut:

  • SAP S/4HANA Cloud: Sistem ERP generasi terbaru yang digerakkan oleh komputasi dalam memori (in-memory computing) untuk analitik real-time.

  • SAP Business Technology Platform (BTP): Lingkungan pengembangan terpusat untuk integrasi Application Programming Interface (API), ekstensi aplikasi, dan pengelolaan data lintas sistem.

  • SAP Business Network: Infrastruktur jaringan dinamis yang mengotomatisasi kolaborasi rantai pasok (supply chain) dengan mitra bisnis global.

Sejarah Singkat: Transformasi Menjadi BTaaS Sejak Januari 2021

SAP secara resmi meluncurkan layanan RISE pada Januari 2021. Peluncuran ini menjadi titik krusial dalam pergeseran paradigma arsitektur produk SAP, beralih dari model lisensi on-premise abadi (perpetual license) menuju Business Transformation as a Service (BTaaS).

Langkah perombakan ini dieksekusi untuk merespons tingginya tingkat stagnasi pada proyek transformasi digital konvensional. Dengan mengusung pendekatan BTaaS, SAP tidak sekadar memfasilitasi penggantian perangkat keras, melainkan menyertakan alat intelijen proses bisnis (business process intelligence) untuk menstandarisasi alur kerja perusahaan agar sesuai dengan standar industri global.

Perbedaan Teknis: RISE with SAP vs GROW with SAP

Dalam merancang cetak biru (blueprint) transformasi, banyak praktisi IT yang masih keliru membedakan fungsionalitas antara RISE dan GROW with SAP. Meskipun keduanya beroperasi di lingkungan cloud, terdapat perbedaan fundamental pada target arsitektur penggunanya.

Tabel Perbandingan Konfigurasi Sistem:

Parameter Teknis

RISE with SAP

GROW with SAP

Karakteristik Pengguna

Perusahaan berskala besar dengan ekosistem data SAP ECC eksisting.

Perusahaan mid-market atau klien net-new tanpa riwayat penggunaan SAP.

Fleksibilitas Arsitektur

Mendukung modifikasi kode tingkat lanjut (Advanced ABAP customization).

Berbasis best practice ketat dengan ruang modifikasi kode yang dibatasi.

Model Deployment

Fleksibel memilih Private Cloud Edition (PCE) atau Public Cloud.

Murni difokuskan pada pemanfaatan Public Cloud Edition.

Durasi Implementasi

Membutuhkan fase analisis mendalam untuk penyesuaian struktur database lama.

Menawarkan fase rapid deployment yang terukur dan jauh lebih cepat.

Mengapa Migration to Cloud RISE Menjadi Prioritas Bisnis Sekarang?

Mempertahankan sistem warisan (legacy system) di tengah ekosistem komputasi awan yang terus berevolusi bukan sekadar masalah preferensi teknologi, melainkan keputusan dengan risiko operasional yang tinggi.

Peringatan Penting: Dukungan SAP ECC Berakhir 31 Desember 2027

SAP secara resmi telah menetapkan batas akhir pemeliharaan utama (mainstream maintenance) untuk SAP Business Suite 7, yang mencakup SAP ECC 6.0, pada penghujung tahun 2027. Melewati tanggal krusial tersebut, core system Anda tidak akan lagi menerima pembaruan fungsionalitas, penyesuaian regulasi hukum (legal/tax compliance), maupun patch keamanan standar.

Data Mengejutkan: Lanskap Migrasi Perusahaan SAP Saat Ini

Banyak eksekutif IT merasa terisolasi dalam menghadapi tenggat waktu ini. Namun, berdasarkan riset pasar global terbaru.

Statistik tersebut mengindikasikan bahwa banyak perusahaan secara global akan berebut resource dari konsultan dan mitra implementasi SAP. Menunda perencanaan berarti Anda berisiko menghadapi kelangkaan tenaga ahli integrator sistem (bottleneck implementasi) saat batas waktu semakin mendesak.

Risiko Sistemik Tetap Bertahan di Lingkungan On-Premise

Menolak adopsi cloud dan mempertahankan status quo infrastruktur fisik akan mengekspos perusahaan pada tiga risiko kritikal:

  • Kerapuhan Keamanan Siber (Security Vulnerabilities): Berisiko tinggi terhadap serangan siber berantai dan ransomware tanpa patch keamanan terbaru.

  • Pembengkakan Biaya Total Kepemilikan (TCO): Memaksa perusahaan mendanai biaya listrik server, perangkat keras fisik, dan lisensi tambahan pihak ketiga.

  • Ketertinggalan Inovasi (Innovation Lag): Arsitektur usang tidak dirancang untuk memproses integrasi teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) secara bawaan.

Manfaat Strategis Migration to Cloud RISE bagi Bisnis di Indonesia

Mengadopsi kerangka kerja RISE with SAP memberikan imbal hasil terukur melalui restrukturisasi IT. Berikut adalah ringkasan nilai tambah teknis bagi operasional bisnis Anda:

  • Efisiensi Biaya (Reduksi TCO hingga 20%): Menggeser beban pengadaan infrastruktur (CapEx) menjadi biaya operasional (OpEx) yang fleksibel lewat konsolidasi kontrak di bawah satu Service Level Agreement (SLA).

  • Skalabilitas & Agilitas Arsitektur: Memungkinkan penyesuaian kapasitas komputasi cloud secara elastis untuk mengakomodasi lonjakan transaksi atau ekspansi bisnis tanpa bottleneck sistem.

  • Integrasi Native AI (SAP Joule): Menyematkan kapabilitas Artificial Intelligence dan analitik prediktif langsung di dalam ERP untuk mengotomatisasi tugas repetitif dan mempercepat pengambilan keputusan.

  • Keamanan Siber & Kepatuhan Data: Didukung oleh infrastruktur hyperscaler (AWS, GCP, Azure) dengan standar keamanan tinggi yang menjamin perlindungan ransomware dan kepatuhan penuh terhadap UU Pelindungan Data Pribadi (PDP).

  • Pembaruan Sistem Otomatis: Berbasis model SaaS, patch keamanan dan rilis fitur baru disalurkan secara berkala di latar belakang, sehingga mengeliminasi risiko downtime dari siklus upgrade darurat.

 

Other News

Jul 28, 2026
Menembus Batas Ekspansi: Strategi Skalabilitas Global Bersama SAP Business One
Jul 24, 2026
Cloud ERP vs On-Premise ERP: Perbedaan dan Cara Memilihnya