Percepatan transformasi digital memberikan dampak bak uang dengan dua sisinya yang berbeda. Di satu sisi banyak manfaat dan peluang yang terbuka dan di sisi lainnya, marak terjadi upaya penipuan (fraud) yang semakin meresahkan.
Menjadi momok menakutkan bagi pelaku bisnis, sebenarnya banyak langkah preventif yang dapat dilakukan salah satunya dengan implementasi SAP Business AI yang memiliki ragam kemampuan, termasuk melindungi data dan transaksi dari upaya penipuan atau fraud, serangan siber maupun penyalahgunaan data.
Melalui SAP Business AI, sistem bisnis Anda bahkan bisa berpikir lebih cepat dari pelaku kejahatan digital sehingga melakukan deteksi dini. Lantas, seperti apa sebenarnya kemampuan SAP Business AI ini dalam membantu meningkatkan keamanan transaksi dan deteksi fraud? Gali lebih jauh melalui ulasan berikut!
Peran SAP Business AI Dalam Meningkatkan Keamanan dan Mendeteksi Fraud
SAP Business AI memiliki peran aktif dalam membantu meningkatkan keamanan, mengenali, menganalisis dan merespon adanya potensi fraud melalui pendekatan yang cerdas. Berikut beberapa kemampuan utamanya yang bisa membantu perusahaan Anda menjaga keamanan transaksi secara menyeluruh:
1. Analisis Prediktif dan Machine Learning
SAP Business AI memanfaatkan analisis prediktif dan teknologi machine learning untuk mempelajari pola transaksi dari waktu ke waktu. Sistem seperti ini tentu saja tak hanya bisa membaca data mentah saja.
Lebih dari itu sistem ini juga bisa menganalisis kebiasaan, anomali dan pola perilaku yang tampak menyimpang dari transaksi normal. Dengan begitu potensi fraud bisa lebih mudah dikenali dan kerugian bisa dicegah.
2. Pemantauan Transaksi Secara Real Time
SAP Business AI dapat membantu Anda memantau transaksi secara real time. Artinya setiap kegiatan yang berlangsung dalam sistem bisa segera dianalisis dan ditindaklanjuti. Saat ada kegiatan mencurigakan sistem akan memberikan peringatan otomatis pada tim yang bertanggung jawab. Jadi penanganan bisa dilakukan tanpa harus menunggu laporan manual.
Respon yang cepat pada potensi adanya fraud pun bisa diberikan sehingga kerugian karena lambatnya deteksi bisa diminimalisir. Tak hanya itu saja pengawasan secara real time juga bisa memberikan rasa aman tersendiri karena sistem mampu menjaga data transaksi setiap saat.
3. Integrasi dengan Sistem Keuangan dan Operasional
Integrasi secara langsung dengan berbagai modul di ekosistem SAP adalah kelebihan dari SAP Business AI. Integrasi ini akan memudahkan sistem mengakses data lintas departemen. Selain itu integrasi ini juga bisa memberi gambaran yang lebih jelas pada proses keuangan dan operasional perusahaan. Tak hanya itu saja potensi fraud karena celah koordinasi antarbagian bisa dideteksi.
4. Skoring Risiko Otomatis Berdasarkan Data Historis
SAP Business AI bisa mengotomatisasi proses penilaian menggunakan data historis dan variabel transaksi yang cocok. Setiap transaksi dapat diberi skor berdasarkan tingkat risikonya, sehingga tim keuangan dapat memprioritaskan tindak lanjut pada transaksi dengan skor tertinggi.
Sistem pengawasan internal pun bisa diperkuat. Bahkan alokasi sumber daya yang lebih efisien juga bisa Anda lakukan. Oleh karenanya dibanding mengecek seluruh transaksi secara manual Anda bisa fokus saja pada yang benar-benar mencurigakan, meningkatkan efisiensi dan akurasi proses deteksi fraud.
Tips Implementasi SAP Business AI untuk Keamanan Transaksi
Menerapkan SAP Business AI juga menjadi perubahan cara kerja. Untuk memastikan penerapan berjalan efektif, berikut beberapa tips yang bisa dijadikan panduan:
1. Lakukan Audit Keamanan dan Identifikasi Proses Rentan Fraud
Sebelum mengintegrasikan SAP Business AI, perusahaan sebaiknya melakukan audit internal terhadap sistem dan alur transaksi yang ada. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi titik-titik rawan yang sering menjadi celah bagi pelaku fraud, seperti proses persetujuan manual, duplikasi data, atau kelemahan dalam verifikasi.
Melalui gambaran yang jelas dari resiko yang ada akan membuat proses implementasi SAP Business AI jadi efektif. Sistem bisa dikonfigurasi untuk memantau area yang paling kritis terlebih dahulu, sehingga manfaatnya terasa lebih cepat dan nyata bagi operasional bisnis.
2. Libatkan Tim
Implementasi AI dalam sistem keamanan bukan hanya tanggung jawab divisi TI. Libatkan juga tim keuangan, audit, compliance, dan bahkan divisi legal dalam perencanaan dan pengawasan. Kolaborasi ini penting untuk menyusun aturan bisnis, toleransi risiko, serta alur eskalasi saat ditemukan potensi fraud.
Keterlibatan semua tim akan memperkaya sudut pandang sistem dan mempercepat proses pengguna. Selain itu, kerjasama antar departemen juga membantu membentuk strategi keamanan yang lebih menyeluruh.
3. Pastikan Pelatihan dan Dukungan bagi Pengguna
Teknologi canggih tidak akan memberikan hasil maksimal jika tidak didukung oleh pemahaman dan keterampilan dari para penggunanya. Untuk itulah pelatihan menyeluruh bagi tim yang akan menggunakan SAP Business AI harus ada.
Pastikan juga adanya dukungan internal atau eksternal yang siap membantu saat pengguna menghadapi kendala. Pengguna yang paham akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan berbasis insight dan mampu memanfaatkan fitur sistem secara optimal.
Keamanan transaksi digital kini menjadi prioritas utama bagi perusahaan yang ingin menjaga stabilitas operasional dan kepercayaan pelanggan. Ancaman fraud yang semakin meresahkan menuntut solusi yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan adaptif terhadap dinamika data.
Jika Anda termasuk pebisnis yang khawatir akan ancaman fraud dan berencana untuk mengimplementasikan SAP Business untuk bisnis Anda, Soltius Indonesia dapat menjadi mitra bagi Anda. Sebagai mitra resmi dari SAP kami memastikan dukungan penuh mulai dari tahap perencanaan hingga tim Anda siap menggunakan sistem SAP Business AI. Ingin mengetahui informasi lebih mendalam mengenai apa saja layanan yang tersedia? Hubungi tim kami sekarang dan mari konsultasikan layanan apa yang paling Anda butuhkan.