Saat ini, SAP AI Joule dan ChatGPT Enterprise tengah menjadi sorotan di kalangan pebisnis. Bagaimana tidak? Keduanya sama-sama digadang-gadang sebagai teknologi AI yang mampu mempercepat cara kerja perusahaan, memperkuat analisis data, hingga memberi rekomendasi bisnis.
Namun, jika membicarakan dua objek serupa, muncul satu pertanyaan mendasar mengenai mana yang lebih tepat untuk mendukung operasional bisnis. Dan untuk mendapatkan jawabannya, mari kita bahas lebih dalam melalui perbandingan teknis yang akan mengungkap keunggulan masing-masing platform. Simak hingga tuntas untuk mendapat keseluruhan insight-nya!
Seolah menyematkan label yang jelas, SAP menyebut Joule sebagai AI copilot. Ini artinya, Joule bukan chatbot biasa, melainkan kecerdasan yang menempel langsung ke sistem SAP seperti S/4HANA, SuccessFactors, dan Ariba. Dengan kata lain, ia tidak berdiri sendiri, melainkan hidup di dalam ekosistem bisnis perusahaan.
Dengan desain seperti ini, keunggulannya jelas terletak pada konektivitas langsung ke data operasional dan keamanan tingkat enterprise. Semua prosesnya mengikuti regulasi industri, seperti GDPR dan SAP Data Custodian Framework.
Dengan fokus yang terpusat dan menyeluruh, analisis mendalam bisa didapatkan. Misalnya, ketika seorang pengguna bertanya, “Bagaimana performa penjualan kuartal ini dibandingkan sebelumnya?”, Joule tidak sekadar mencari jawaban, tapi memahami konteks data, lalu menampilkan insight yang relevan dari sistem ERP.
Dengan Joule, pengguna SAP tak perlu berpindah aplikasi atau menulis query rumit. Cukup bicara dengan bahasa natural, dan sistem akan memberi saran berbasis data real-time. Dengan demikian, Joule bukan hanya sekedar menjawab, tapi juga memahami niat bisnis di balik pertanyaan yang hadir.
Telah begitu familiar di kalangan pebisnis bahkan masyarakat umum, ChatGPT Enterprise memiliki desain yang berbeda. Platform ini didesain untuk digunakan lintas fungsi dari tim HR, marketing, sampai IT. Atau secara ringkas, platform ini lebih mirip otak kreatif yang bisa menyesuaikan diri dimanapun ia dibutuhkan.
Keunggulan terbesarnya ada pada kemampuan bahasa alami dan adaptasi cepat terhadap konteks percakapan. Anda bisa memintanya menulis laporan, menganalisis umpan balik pelanggan, atau membuat ide kampanye, semuanya tersaji dalam satu tempat.
Lalu bagaimana dengan tingkat keamanannya? Menjawab pertanyaan ini, OpenAI menegaskan bahwa data pengguna di versi Enterprise tidak digunakan untuk pelatihan model baru, sehingga menjadikannya lebih aman dibanding versi publik.
Namun, yang jadi persoalan, karena tidak terikat pada satu ekosistem bisnis, ChatGPT Enterprise tidak memiliki koneksi langsung ke data ERP seperti Joule. Integrasinya sangat bergantung pada API atau plugin tambahan, yang tentu menambah langkah konfigurasi bagi perusahaan.
Meskipun nampak bersaing ketat, sejatinya, keduanya punya misi yang sama, yaitu membantu bisnis bekerja lebih baik, cepat dan mendapatkan hasil yang diharapkan.
Perbedaan teknis yang mendasar, seperti yang telah disebutkan, Joule dibangun langsung di dalam ekosistem SAP, sementara ChatGPT Enterprise berdiri sebagai platform independen yang bisa disambungkan lewat integrasi tambahan.
Karena sudah tertanam di SAP Business Technology Platform, Joule memahami konteks bisnis secara otomatis. Sedangkan, ChatGPT memerlukan arahan eksplisit melalui prompt agar hasilnya sesuai kebutuhan.
Untuk urusan keamanan dan kepatuhan, Joule beroperasi dalam batas sistem SAP yang mengikuti standar industri ketat. ChatGPT Enterprise juga aman, namun tingkat kesesuaiannya dengan regulasi tiap sektor bisa berbeda.
Nah, kalau menilik kemampuan generatif, ChatGPT lebih moncer karena dapat membuat teks, kode, hingga skenario pelatihan. Sementara Joule, memang sengaja dibuat untuk lebih fokus ke internal perusahan. Jika urusan, proyeksi insight dan rekomendasi langsung dari data internal perusahaan, ia jagonya.
Nah, saat beroperasi pada lingkup bisnis, Joule mempercepat pengambilan keputusan berbasis data di dalam sistem ERP. Sementara, ChatGPT meningkatkan produktivitas di luar sistem, terutama pada area komunikasi dan analisis umum. Terlihat jelas perbedaan arahnya namun sama dalam hal tujuan, kan?
Pilihan antara SAP AI Joule dan ChatGPT Enterprise sebetulnya kembali pada kebutuhan bisnis Anda sendiri. Jika bisnis Anda sudah lama menggunakan SAP dan seluruh data operasional tersimpan di sana, Joule adalah pilihan alami. Ia mempercepat keputusan tanpa mengubah sistem yang sudah mapan.
Namun, bila tim Anda mengandalkan berbagai platform berbeda dan butuh fleksibilitas tinggi, ChatGPT Enterprise jelas lebih cocok.
Kuncinya ada pada kebutuhan. Joule unggul dalam presisi dan keamanan, sementara ChatGPT unggul dalam kreativitas dan adaptasi lintas bidang.
Pada akhirnya, bukan tentang siapa yang lebih pintar, tapi siapa yang lebih relevan untuk membantu tim Anda bekerja lebih efektif. Bahkan, saran terbaik adalah dengan mengkolaborasikan keduanya yang akan membuat bisnis Anda all out luar dalam.
Bagi perusahaan yang ingin memaksimalkan kekuatan SAP sekaligus menjelajahi potensi AI, Soltius hadir sebagai mitra yang siap memandu dari tahap implementasi hingga adopsi penuh.
Jika Anda masih belum memiliki pemahaman yang baik atau bingung dalam memulainya, Anda bisa berkonsultasi dengan tim kami agar kami dapat merancang solusi terbaik untuk Anda. Perubahan besar tidak akan terjadi tanpa langkah awal Anda. Mari berkonsultasi hari ini dan raih pencapaian bisnis yang Anda harapkan bersama Soltius