Untuk lanskap SAP on-premise yang stabil dan teregulasi ketat, SAP BW/4HANA masih menjadi pilihan paling aman karena dijamin maintenance hingga 2040. Namun, untuk strategi cloud-native, integrasi non-SAP, dan kesiapan AI, SAP Datasphere di dalam SAP Business Data Cloud (BDC) adalah arah masa depan yang ditetapkan SAP sejak Februari 2025.
Ribuan perusahaan global pengguna SAP BW saat ini berada di persimpangan: maintenance SAP BW 7.5 akan berakhir di 2027, sementara pengumuman SAP Business Data Cloud (BDC) pada Februari 2025 telah mengubah arah strategi data SAP secara fundamental. Banyak organisasi yang sebelumnya yakin akan migrasi ke BW/4HANA kini ragu apakah harus loncat langsung ke Datasphere/BDC?
|
Profil Organisasi |
Rekomendasi |
|---|---|
|
SAP-only, on-premise, regulasi ketat |
SAP BW/4HANA (atau BW/4HANA PCE di BDC) |
|
Hybrid SAP + non-SAP, butuh self-service |
SAP Datasphere dalam BDC |
|
Hybrid kompleks, transisi bertahap |
Coexistence (BW/4HANA + Datasphere via BW Bridge) |
|
Greenfield, AI-first |
BDC + SAP Databricks |
BW/4HANA = stabilitas terjamin sampai 2040. Datasphere = arah strategis SAP untuk dekade berikutnya. Pilihan terbaik bergantung pada profil data, regulasi, dan kesiapan organisasi Anda bukan pada slogan vendor.
Tiga pergeseran krusial di 2025–2026 menuntut organisasi segera mengambil keputusan strategis terkait manajemen data:
SAP BW/4HANA adalah data warehouse generasi keempat dari SAP, berjalan eksklusif di atas SAP HANA in-memory database, dengan paradigma modeling top-down berbasis InfoObject, ADSO, dan CompositeProvider. Deployment-nya on-premise atau private cloud (AWS, Azure, GCP), dengan UI modern via BW/4HANA Web Cockpit dan Fiori.
Dari pola proyek manufaktur dan FMCG di Asia Tenggara, BW/4HANA tetap menjadi pilihan terbaik ketika:
SAP Datasphere adalah data service cloud-native berbasis SaaS di atas SAP HANA Cloud, dengan paradigma business data fabric federasi data SAP dan non-SAP tanpa wajib ekstrak. Workspace-nya dibagi menjadi Spaces untuk isolasi tim/domain, dan modeling bisa dilakukan baik secara top-down maupun bottom-up.
Sejak Februari 2025, Datasphere resmi diposisikan sebagai komponen inti SAP Business Data Cloud, bersama SAP Analytics Cloud dan SAP Databricks.
Penting: setelah 1 Januari 2026, “membeli Datasphere standalone” sebagai pelanggan baru sudah tidak relevan Anda akan berlangganan SAP BDC, lalu mengalokasikan kapasitas BDC untuk layanan Datasphere, SAC, atau Databricks sesuai kebutuhan. Pelanggan existing tetap dapat melanjutkan kontrak BTPEA/CPEA/PAYG sampai habis masa berlaku.
|
# |
Dimensi |
SAP BW/4HANA |
SAP Datasphere (dalam BDC) |
|---|---|---|---|
|
1 |
Deployment |
On-premise / private cloud (PCE) |
SaaS multi-tenant (HANA Cloud) |
|
2 |
Database engine |
SAP HANA (in-memory) |
SAP HANA Cloud + Data Lake |
|
3 |
Modeling paradigm |
Top-down (ADSO, CompositeProvider) |
Top-down + bottom-up + federation |
|
4 |
Source connectivity SAP |
Sangat matang (ABAP CDS, SLT, ODP) |
Matang via BW Bridge & ODP |
|
5 |
Source connectivity non-SAP |
Terbatas (perlu Smart Data Access) |
Luas (Snowflake, Salesforce, BigQuery, S3) |
|
6 |
Real-time vs batch |
Batch + real-time via SLT |
Real-time + federation native |
|
7 |
Governance & ownership |
Penuh, di tangan customer |
Shared responsibility (SaaS) |
|
8 |
Skill requirement |
ABAP, BW Modeler, BEx |
SQL, Spaces, Business Builder |
|
9 |
AI/ML readiness |
Terbatas, perlu pipeline tambahan |
Native via SAP Databricks |
|
10 |
Planning capability |
BW-IP (matang) |
SAC Planning (cloud-native) |
|
11 |
Licensing |
CAPEX (license + maintenance) |
OpEx/consumption (Capacity Units) |
|
12 |
Maintenance horizon |
Sampai 2040 |
Continuous SaaS update |
SAP menyediakan empat pendekatan resmi untuk transisi dari BW lama ke arsitektur target.
BW/4HANA = stabilitas terbukti. Datasphere/BDC = arah masa depan. Pilihan Anda bergantung pada velocity yang ingin diadopsi, bukan pada produk yang “lebih bagus”.
Hari 1–30 Assessment:
Hari 31–60 Proof of Concept:
Hari 61–90 Roadmap & Business Case:
Q: Apakah BW/4HANA dihentikan setelah rilis BDC? A: Tidak. SAP menjamin dukungan sistem hingga 2040. BDC sekadar "payung" ekosistem baru yang juga menaungi BW/4HANA.
Q: Wajibkah bermigrasi lisensi ke BDC? A: Pengguna on-premise bisa beroperasi seperti biasa. Namun, per 1 Januari 2026, lisensi baru Datasphere/SAC wajib dibeli via BDC.
Q: Berapa lama estimasi migrasi ke Datasphere? A: Umumnya memakan waktu 6–18 bulan, sangat bergantung pada seberapa kompleks custom objects (ABAP) Anda.
Q: Bisakah Datasphere menggantikan BW/4HANA 100%? A: Belum sepenuhnya (misal: BEx Query). Gunakan BW Bridge sebagai landing zone untuk migrasi bertahap, bukan sebagai replikasi total.
Q: Apa peran SAP Databricks di ekosistem ini? A: Bertindak sebagai layanan first-party khusus untuk menangani beban kerja AI/ML dan data engineering tingkat lanjut.
Q: Apakah tersedia free trial BDC? A: Ya. Tersedia uji coba mandiri selama 30 hari untuk mengeksplorasi layanan inti seperti Datasphere, SAC, dan Databricks.
Sebagai satu-satunya SAP Platinum Partner di Indonesia dan United VARs member sejak 1998, Soltius Indonesia telah mendampingi proyek modernisasi data warehouse di sektor manufaktur, FMCG, dan jasa keuangan termasuk implementasi Data Lakehouse untuk PT Garudafood di atas Google Cloud. Tim Data Architect kami siap membantu menyusun assessment 90 hari, decision matrix, dan business case TCO yang spesifik untuk lanskap Anda.
Jadwalkan sesi diskusi awal: soltius.co.id