span 1 span 2 span 3

SAP BW/4HANA vs SAP Datasphere: Mana , Platform Data WarehousePlatform Data Warehouse yang Tepat di 2026?

Untuk lanskap SAP on-premise yang stabil dan teregulasi ketat, SAP BW/4HANA masih menjadi pilihan paling aman karena dijamin maintenance hingga 2040. Namun, untuk strategi cloud-native, integrasi non-SAP, dan kesiapan AI, SAP Datasphere di dalam SAP Business Data Cloud (BDC) adalah arah masa depan yang ditetapkan SAP sejak Februari 2025. 

Mengapa Keputusan Ini Sulit di 2026

Ribuan perusahaan global pengguna SAP BW saat ini berada di persimpangan: maintenance SAP BW 7.5 akan berakhir di 2027, sementara pengumuman SAP Business Data Cloud (BDC) pada Februari 2025 telah mengubah arah strategi data SAP secara fundamental. Banyak organisasi yang sebelumnya yakin akan migrasi ke BW/4HANA kini ragu apakah harus loncat langsung ke Datasphere/BDC?

TL;DR 

Profil Organisasi

Rekomendasi

SAP-only, on-premise, regulasi ketat

SAP BW/4HANA (atau BW/4HANA PCE di BDC)

Hybrid SAP + non-SAP, butuh self-service

SAP Datasphere dalam BDC

Hybrid kompleks, transisi bertahap

Coexistence (BW/4HANA + Datasphere via BW Bridge)

Greenfield, AI-first

BDC + SAP Databricks

 

BW/4HANA = stabilitas terjamin sampai 2040. Datasphere = arah strategis SAP untuk dekade berikutnya. Pilihan terbaik bergantung pada profil data, regulasi, dan kesiapan organisasi Anda  bukan pada slogan vendor.

Kenapa Migrasi Ekosistem SAP Mendesak Dieksekusi pada 2026?

Tiga pergeseran krusial di 2025–2026 menuntut organisasi segera mengambil keputusan strategis terkait manajemen data:

  • Mengingat masa dukungan utama untuk SAP BW 7.5 akan berakhir pada 31 Desember 2027 (dengan opsi perpanjangan berbayar hingga 2030), perusahaan Anda memiliki waktu kurang dari 24 bulan untuk merencanakan strategi migrasi. Pilihan yang tersedia mencakup SAP BW/4HANA (didukung hingga 2040), SAP Datasphere, atau pendekatan arsitektur hibrid. 
  • dengan diluncurkannya SAP Business Data Cloud (BDC) pada Februari 2025, Anda dapat memanfaatkan model SaaS ini untuk mengonsolidasikan Datasphere, SAC, SAP BW, dan SAP Databricks dalam satu platform terpadu yang dirancang khusus untuk mendukung inisiatif AI dan analitik lintas sistem perusahaan Anda. 
  • Pemberitahuan Pembaruan Lisensi (Efektif 1 Januari 2026): Mulai tanggal tersebut, layanan Datasphere dan SAC tidak lagi tersedia dalam opsi layanan cloud BTPEA, CPEA, maupun PAYG untuk pelanggan baru, melainkan ditawarkan secara eksklusif melalui lisensi BDC. Pelanggan yang sudah ada tidak diperkenankan untuk memperbarui kontrak lama setelah tanggal 31 Desember 2025. Kami mengimbau Anda untuk segera melakukan penyesuaian pada dokumen RFP dan perencanaan proyek Anda. 

 

SAP BW/4HANA: Apa, Untuk Siapa, dan Kapan Tepat?

Definisi dan Arsitektur

SAP BW/4HANA adalah data warehouse generasi keempat dari SAP, berjalan eksklusif di atas SAP HANA in-memory database, dengan paradigma modeling top-down berbasis InfoObject, ADSO, dan CompositeProvider. Deployment-nya on-premise atau private cloud (AWS, Azure, GCP), dengan UI modern via BW/4HANA Web Cockpit dan Fiori.

Kekuatan Utama

  • Governance ketat by design  cocok untuk regulasi finansial, perpajakan, dan compliance.
  • Semantic layer matang  hasil iterasi 25+ tahun sejak BW 1.0 di tahun 1998.
  • Talent pool luas  konsultan BW di Indonesia masih jauh lebih banyak ketimbang konsultan Datasphere bersertifikasi.
  • Maintenance jangka sangat panjang  sampai 2040, melebihi horizon planning sebagian besar CIO saat ini.

Keterbatasan

  • Inovasi melambat: feature baru SAP utamanya masuk ke Datasphere/BDC, bukan BW/4HANA.
  • Cloud-agnostic terbatas: meski bisa di-host di hyperscaler, arsitektur monolitiknya tidak benar-benar cloud-native.
  • Integrasi non-SAP (Salesforce, Snowflake, data eksternal) lebih effort dibanding Datasphere.

Kapan BW/4HANA  Dibutuhkan

Dari pola proyek manufaktur dan FMCG di Asia Tenggara, BW/4HANA tetap menjadi pilihan terbaik ketika:

  • 80%+ data berasal dari sistem SAP (S/4HANA, ECC, SuccessFactors).
  • Organisasi punya tim BW internal yang sudah kuat  biaya retraining ke Datasphere besar.
  • Audit/regulator menuntut data residency dan kontrol penuh atas storage layer.
  • Skenario planning dan consolidation (BW-IP) masih digunakan intensif dan belum siap pindah ke SAC Planning.

SAP Datasphere (dalam BDC): Apa, Untuk Siapa, dan Kapan Tepat?

Definisi dan Arsitektur

SAP Datasphere adalah data service cloud-native berbasis SaaS di atas SAP HANA Cloud, dengan paradigma business data fabric  federasi data SAP dan non-SAP tanpa wajib ekstrak. Workspace-nya dibagi menjadi Spaces untuk isolasi tim/domain, dan modeling bisa dilakukan baik secara top-down maupun bottom-up.

Sejak Februari 2025, Datasphere resmi diposisikan sebagai komponen inti SAP Business Data Cloud, bersama SAP Analytics Cloud dan SAP Databricks.

Kekuatan Utama

  • Federation & virtualisasi data  query data tanpa replikasi besar-besaran.
  • Konektor non-SAP yang luas  Salesforce, Snowflake, BigQuery, Azure, S3.
  • Integrasi native dengan Databricks  kunci untuk AI/ML pipeline modern.
  • Self-service untuk business user melalui Business Builder.
  • Skalabilitas elastis  Capacity Units bisa dinaikkan/diturunkan tanpa migrasi besar.

Keterbatasan

  • Maturity untuk model kompleks masih di bawah BW/4HANA  beberapa fitur BEx (analysis authorization, OLAP engine penuh) belum 100% setara.
  • Learning curve baru  paradigma Spaces & Business Builder berbeda dengan BW Workbench klasik.
  • Dependensi cloud penuh  tidak ada opsi on-premise (kecuali via BW/4HANA PCE).
  • Biaya bisa mengejutkan kalau workload tidak dipantau (Capacity Units bersifat consumption-based).

Posisi Datasphere dalam Payung BDC di 2026

Penting: setelah 1 Januari 2026, “membeli Datasphere standalone” sebagai pelanggan baru sudah tidak relevan  Anda akan berlangganan SAP BDC, lalu mengalokasikan kapasitas BDC untuk layanan Datasphere, SAC, atau Databricks sesuai kebutuhan. Pelanggan existing tetap dapat melanjutkan kontrak BTPEA/CPEA/PAYG sampai habis masa berlaku.

5. Head-to-Head: 12 Dimensi Perbandingan

#

Dimensi

SAP BW/4HANA

SAP Datasphere (dalam BDC)

1

Deployment

On-premise / private cloud (PCE)

SaaS multi-tenant (HANA Cloud)

2

Database engine

SAP HANA (in-memory)

SAP HANA Cloud + Data Lake

3

Modeling paradigm

Top-down (ADSO, CompositeProvider)

Top-down + bottom-up + federation

4

Source connectivity SAP

Sangat matang (ABAP CDS, SLT, ODP)

Matang via BW Bridge & ODP

5

Source connectivity non-SAP

Terbatas (perlu Smart Data Access)

Luas (Snowflake, Salesforce, BigQuery, S3)

6

Real-time vs batch

Batch + real-time via SLT

Real-time + federation native

7

Governance & ownership

Penuh, di tangan customer

Shared responsibility (SaaS)

8

Skill requirement

ABAP, BW Modeler, BEx

SQL, Spaces, Business Builder

9

AI/ML readiness

Terbatas, perlu pipeline tambahan

Native via SAP Databricks

10

Planning capability

BW-IP (matang)

SAC Planning (cloud-native)

11

Licensing

CAPEX (license + maintenance)

OpEx/consumption (Capacity Units)

12

Maintenance horizon

Sampai 2040

Continuous SaaS update

 

 

4 Jalur Migrasi Konkret

SAP menyediakan empat pendekatan resmi untuk transisi dari BW lama ke arsitektur target.

  1. Remote Conversion Metadata + data ditransfer otomatis dari BW 7.x atau BW/4HANA ke target (BW/4HANA atau Datasphere via BW Bridge). Cocok ketika Anda ingin menjaga investasi historis. Menurut SAP Note 3141688, didukung dari BW 7.3 SP10 ke atas.
  2. Shell Conversion Hanya metadata yang ditransfer; data di-load ulang dari source. Cocok ketika kualitas data lama meragukan dan Anda ingin reset bersih.
  3. Greenfield Bangun model baru di Datasphere dari nol. Cocok untuk Persona C, atau ketika model BW lama tidak lagi relevan secara bisnis.
  4. Cloud Approach / Lift-and-Shift via PCE Pindahkan BW 7.5 atau BW/4HANA ke Private Cloud Edition di dalam BDC. Maintenance BW 7.5 di PCE diperpanjang sampai 2030, memberi waktu transisi bertahap ke Datasphere.

Rekomendasi Akhir & Action Plan 90 Hari

BW/4HANA = stabilitas terbukti. Datasphere/BDC = arah masa depan. Pilihan Anda bergantung pada velocity yang ingin diadopsi, bukan pada produk yang “lebih bagus”.

Action Plan 90 Hari (Untuk Mulai Hari Ini)

Hari 1–30  Assessment:

  • Inventarisasi seluruh InfoProvider, query, dan custom ABAP di BW lama.
  • Petakan source system (% SAP vs non-SAP).
  • Klarifikasi posisi regulasi (data residency, audit).
  • Validasi readiness skill tim internal.

Hari 31–60  Proof of Concept:

  • Pilih 1-2 use case berdampak tinggi (misal: reporting penjualan real-time atau predictive analytics demand).
  • Jalankan POC di Datasphere atau BW/4HANA sandbox, dengan metrik konkret (time-to-insight, biaya bulanan).

Hari 61–90  Roadmap & Business Case:

  • Susun roadmap 18-24 bulan dengan keputusan target architecture.
  • Bangun TCO model 5 tahun untuk minimal 2 skenario.
  • Presentasikan ke executive sponsor dengan trade-off transparan.

FAQ Section (Schema-friendly)

Q: Apakah BW/4HANA dihentikan setelah rilis BDC? A: Tidak. SAP menjamin dukungan sistem hingga 2040. BDC sekadar "payung" ekosistem baru yang juga menaungi BW/4HANA.

Q: Wajibkah bermigrasi lisensi ke BDC? A: Pengguna on-premise bisa beroperasi seperti biasa. Namun, per 1 Januari 2026, lisensi baru Datasphere/SAC wajib dibeli via BDC.

Q: Berapa lama estimasi migrasi ke Datasphere? A: Umumnya memakan waktu 6–18 bulan, sangat bergantung pada seberapa kompleks custom objects (ABAP) Anda.

Q: Bisakah Datasphere menggantikan BW/4HANA 100%? A: Belum sepenuhnya (misal: BEx Query). Gunakan BW Bridge sebagai landing zone untuk migrasi bertahap, bukan sebagai replikasi total.

Q: Apa peran SAP Databricks di ekosistem ini? A: Bertindak sebagai layanan first-party khusus untuk menangani beban kerja AI/ML dan data engineering tingkat lanjut.

Q: Apakah tersedia free trial BDC? A: Ya. Tersedia uji coba mandiri selama 30 hari untuk mengeksplorasi layanan inti seperti Datasphere, SAC, dan Databricks.

Konsultasi Strategi dengan Soltius Indonesia

Sebagai satu-satunya SAP Platinum Partner di Indonesia dan United VARs member sejak 1998, Soltius Indonesia telah mendampingi proyek modernisasi data warehouse di sektor manufaktur, FMCG, dan jasa keuangan  termasuk implementasi Data Lakehouse untuk PT Garudafood di atas Google Cloud. Tim Data Architect kami siap membantu menyusun assessment 90 hari, decision matrix, dan business case TCO yang spesifik untuk lanskap Anda.

Jadwalkan sesi diskusi awal: soltius.co.id

Other News

Jul 28, 2026
Menembus Batas Ekspansi: Strategi Skalabilitas Global Bersama SAP Business One
Jul 24, 2026
Cloud ERP vs On-Premise ERP: Perbedaan dan Cara Memilihnya