Setelah keputusan strategis untuk memigrasikan lanskap SAP perusahaan ke solusi cloud disepakati, diskusi berikutnya sering terhenti pada pemilihan antara Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, atau Google Cloud. Masing-masing vendor menawarkan presentasi dengan klaim keunggulan, namun sering kali tanpa data kuantitatif yang dapat diverifikasi oleh tim. Perbandingan berikut menggunakan parameter yang dapat diverifikasi secara independen.
Secara ringkas, hyperscaler merupakan penyedia cloud publik berskala global. Untuk beban kerja SAP, tiga platform yang paling umum digunakan adalah Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud. Ketiganya mendukung SAP pada konfigurasi yang telah tersertifikasi secara resmi dan telah memiliki region di Indonesia. Perbedaan utama terletak pada ketersediaan konfigurasi tersertifikasi di region yang dituju.
Ya, namun pernyataan tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman ketika memasuki tahap sizing (penghitungan kebutuhan kapasitas). Sertifikasi tidak diberikan kepada AWS, Microsoft Azure, atau Google Cloud sebagai platform secara keseluruhan, melainkan hanya pada tipe instance tertentu di dalamnya. Daftar tipe instance tersertifikasi dikelola oleh SAP melalui SAP Certified and Supported SAP HANA Hardware Directory, yang dirujuk oleh ketiga vendor.
Setiap hyperscaler menguji dan mensertifikasi konfigurasi bersama SAP, lalu merujuk hasilnya lewat SAP Note per platform: 1656099 untuk AWS, 1928533 untuk Microsoft Azure. Isi Note tersebut hanya terbuka lewat SAP Portal.
Satu konsekuensinya sering terlewat. Tipe instance yang tidak tersertifikasi tetap boleh dipakai, tetapi terbatas pada beban non-produksi seperti development dan testing; dokumentasi AWS merujuk SAP Note 2271345 untuk aturan tersebut. Memakainya untuk sistem produksi berarti keluar dari batas dukungan.
Jarak pembukaan region ketiganya membentang hampir lima tahun, dari Juni 2020 sampai April 2025, dan masing-masing berisi tiga availability zone (zona ketersediaan). Karena syarat dasar itu kini sama-sama terpenuhi, pembeda yang tersisa bergeser ke keluarga instance tersertifikasi yang ditawarkan di tiap region.
|
Region di Indonesia |
Asia Pacific (Jakarta), ap-southeast-3 |
Indonesia Central |
Jakarta, asia-southeast2 |
|
Beroperasi sejak |
Desember 2021 |
April 2025 |
Juni 2020 |
|
Availability zone di region tsb. |
3 |
3 |
3 |
|
Contoh keluarga instance tersertifikasi SAP HANA |
R-series (r5, r6i, r7i, r8i), X-series (x1, x2idn, x2iedn, x8i), U-series High Memory |
M-series memory-optimized (termasuk Mv2, Mv3); E-series (Edsv4/Edsv5) untuk memori lebih kecil |
M-series (M1–M4), X4 bare metal, N1/N2 high-mem, C3/C4 |
|
Sumber daftar sertifikasi |
SAP HANA Hardware Directory + SAP Note 1656099 |
SAP HANA Hardware Directory + SAP Note 1928533 |
SAP HANA Hardware Directory + dokumentasi Google Cloud |
Baris keluarga instance itu contoh, bukan katalog lengkap; daftarnya berubah cepat.
Tabel tersebut sebaiknya dipahami sebagai peta kelayakan, bukan sebagai perbandingan skor. Usia region tidak menentukan kapabilitas platform; misalnya, Indonesia Central yang merupakan region terbaru tetap menyediakan keluarga VM memory-optimized yang telah tersertifikasi. Perbedaan utama terletak pada katalog instance yang benar-benar tersedia di setiap region, yang sering kali menjadi sumber kesalahan asumsi.
Ketersediaan region tidak secara otomatis menjamin ketersediaan konfigurasi tersertifikasi di region tersebut. “Region tersedia” dan “konfigurasi tersertifikasi tersedia di region itu” merupakan dua aspek yang berbeda dan sering kali tidak diperiksa secara terpisah. Katalog instance dapat bervariasi antar-region, bahkan antar-availability zone dalam satu region. Dua vendor secara eksplisit menyatakan hal ini dalam dokumentasi resmi mereka.
Dokumentasi AWS untuk SAP menyebut keluarga instance tertentu, termasuk X1, X2idn, X2iedn, dan High Memory, mungkin tidak tersedia di seluruh availability zone dalam satu region, dan mewajibkan konfirmasi ketersediaannya di zona tujuan saat perencanaan. Google Cloud menyatakan sebagian machine type tidak tersedia di semua region miliknya.
Tiga aturan praktis menerjemahkannya menjadi langkah kerja:
Ketiga platform memenuhi persyaratan dasar, sehingga keputusan umumnya tidak ditentukan oleh merek hyperscaler, melainkan oleh tiga faktor utama: ketersediaan konfigurasi tersertifikasi di region tujuan, ekosistem cloud yang telah berjalan di perusahaan, dan model operasi yang dipilih. Dua perusahaan dapat mengambil keputusan berbeda dan keduanya tetap valid.
Pertanyaan yang lebih mendasar, yakni mengapa SAP dijalankan di atas infrastruktur sewa, dibahas terpisah pada ulasan mengapa enterprise memilih IaaS untuk SAP.
Tidak ada platform yang unggul secara universal. AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud sama-sama menyediakan konfigurasi tersertifikasi SAP HANA dan mengoperasikan region di Indonesia dengan tiga availability zone. Faktor penentu adalah ketersediaan konfigurasi tersertifikasi yang dibutuhkan di region tujuan, bukan merek platform.
Tidak. Hanya tipe instance yang terdaftar di SAP Certified and Supported SAP HANA Hardware Directory yang diizinkan untuk menjalankan SAP HANA produksi. Tipe non-certified masih dapat digunakan, namun terbatas pada beban non-produksi seperti pengembangan dan pengujian. Dokumentasi AWS merujuk pada SAP Note 2271345 untuk ketentuan ini.
Pertanyaan mengenai “hyperscaler mana yang terbaik untuk SAP” sering kali tidak menghasilkan jawaban yang jelas karena kurang relevan. Faktor penentu adalah pertanyaan yang dapat diverifikasi, seperti ketersediaan konfigurasi tersertifikasi yang dibutuhkan perusahaan di region tertentu dan jumlah availability zone yang tersedia. Sebagai SAP Platinum Partner melalui United VARs, Soltius menyediakan layanan implementasi dan pendampingan SAP di atas platform hyperscaler pihak ketiga, mulai dari pemilihan region dan konfigurasi hingga dukungan pasca go-live.
Untuk membahas pemilihan region dan konfigurasi SAP on AWS/Azure/GCP bagi lanskap perusahaan Anda, kunjungi soltius.co.id.