agi banyak perusahaan, proses tutup buku pada akhir periode masih menjadi pekerjaan yang melelahkan. Bagaimana tidak? Mendekati akhir periode, tim finance harus berkutat dengan kumpulan data dari berbagai sistem, melakukan sinkronisasi, dan yang paling penting adalah memastikan tidak ada kesalahan dalam laporan akuntansi.
Proses tutup buku ini bisa memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, mengingat tak sedikit perusahaan yang masih menggunakan metode manual.
Namun, sayangnya, di era bisnis yang kini bergerak cepat, proses manual ini mulai tak relevan. Dibutuhkan sistem yang mampu mempercepat, menyederhanakan, sekaligus meningkatkan akurasi pada proses keuangan. Dan dari masalah inilah, SAP S/4HANA Finance hadir untuk menuntaskannya.
SAP S/4HANA Finance adalah bagian dari SAP S/4HANA, platform ERP generasi terbaru yang mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam satu sistem berbasis in-memory database HANA. Sesuai namanya, modul ini dirancang khusus untuk membantu perusahaan mempercepat proses akuntansi, pelaporan, dan perencanaan keuangan.
Dibandingkan sistem legacy seperti SAP ECC, S/4HANA Finance menyatukan data keuangan yang sebelumnya tersebar di berbagai modul (General Ledger, Controlling, Asset Accounting, dan Material Ledger) ke dalam satu Universal Journal yang membuat rekonsiliasi antar-modul secara manual tidak lagi diperlukan. Selain itu, S/4HANA Finance juga mendukung standar global seperti IFRS dan PSAK di Indonesia, sehingga perusahaan lebih mudah memenuhi kewajiban regulasi.
SAP S/4HANA Finance memiliki beberapa fitur utama yang mendukung efisiensi financial closing atau tutup buku, di antaranya:
AFC adalah fitur yang dirancang khusus untuk mempercepat proses tutup buku. Sistem ini menyediakan workflow otomatis, checklist digital, serta transparansi atas setiap langkah closing. Jika biasanya tim finance harus mengejar-ngejar update dari berbagai ĺ
Seperti yang sebelumnya telah disinggung, fitur Universal Journal menyatukan data keuangan dari berbagai modul ke dalam Single Source of Truth. Hasilnya, laporan keuangan menjadi konsisten, akurat, dan mudah diaudit. Selain itu, Universal Journal mendukung analisis lebih dalam, misalnya membandingkan biaya aktual dengan anggaran tanpa perlu data tambahan.
Keunggulan S/4HANA adalah kemampuannya memproses data dalam hitungan detik. Tak butuh menunggu berjam-jam, laporan neraca, arus kas, atau profitabilitas kini bisa ditarik kapan saja dengan kondisi paling mutakhir.
Salah satu pekerjaan tersulit dalam proses tutup buku adalah rekonsiliasi antar-entitas. Menjawab tantangan ini, S/4HANA Finance menawarkan otomatisasi yang mengurangi error manual, sekaligus memangkas waktu proses konsolidasi. Bagi perusahaan multinasional atau grup bisnis dengan banyak anak usaha, fitur ini sangat krusial.
Keuangan tidak bisa berdiri sendiri. S/4HANA Finance terhubung langsung dengan modul lain seperti logistik, produksi, dan sales. Hal ini memungkinkan data transaksi mengalir otomatis ke laporan keuangan tanpa keterlambatan input.
Mengadopsi SAP S/4HANA Finance bukan sekadar soal mempercepat proses tutup buku. Implementasi sistem ini ternyata turut membawa manfaat strategis bagi perusahaan, seperti:
Jika sebelumnya proses closing bulanan bisa memakan waktu 7–14 hari kerja, dengan SAP S/4HANA Finance, bisa dipangkas menjadi 1-5 hari saja. Efisiensi waktu ini bisa terwujud karena otomatisasi, konsolidasi data, serta eliminasi proses manual yang berulang.
Dengan hadirnya Universal Journal, semua transaksi dicatat dalam satu sumber kebenaran (single source of truth). Artinya, data antara General Ledger, Controlling, dan sub-modul lain tidak lagi terpisah atau menimbulkan perbedaan. Hasilnya, laporan keuangan lebih akurat, meminimalkan kesalahan input, dan memastikan perusahaan bisa mengambil keputusan berbasis data yang dapat dipercaya.
SAP S/4HANA Finance menyimpan jejak digital (digital trail) yang lengkap atas setiap transaksi. Fitur ini membuat perusahaan lebih siap menghadapi audit eksternal maupun internal, karena seluruh data terdokumentasi secara sistematis dan mudah ditelusuri. Selain itu, kepatuhan terhadap standar akuntansi internasional maupun regulasi lokal menjadi lebih terjamin, sehingga mengurangi risiko denda maupun reputasi buruk akibat ketidakpatuhan.
Manajemen puncak membutuhkan gambaran kondisi keuangan yang jelas untuk mengarahkan strategi bisnis. Dengan akses real-time ke laporan dan dashboard keuangan, para pengambil keputusan bisa melihat langsung kinerja perusahaan tanpa harus menunggu laporan manual yang biasanya datang terlambat. Transparansi ini mempercepat pengambilan keputusan strategis, misalnya dalam menentukan investasi baru, ekspansi pasar, atau pengendalian biaya.
Salah satu perubahan paling signifikan adalah pergeseran peran tim finance. Dengan pekerjaan administratif yang semakin otomatis, tenaga profesional di bidang keuangan bisa lebih fokus pada analisis strategis: mencari peluang efisiensi, merancang proyeksi keuangan, hingga mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Hasilnya, tim finance tidak lagi sekadar “pencatat transaksi”, melainkan menjadi mitra bisnis yang aktif memberikan nilai tambah
Di era bisnis yang serba cepat, metode tutup buku manual membuat perusahaan rawan tertinggal. Disisi lain, implementasi SAP S/4HANA Finance memang tidak sederhana. Tapi jangan khawatir, karena dengan mitra yang tepat prosesnya bisa berjalan dengan mudah dan bebas hambatan.
Sebagai satu-satunya SAP Platinum Partner di Indonesia, Soltius siap mendampingi dari mulai proses assessment, migrasi, hingga pelatihan tim. Hubungi Soltius Indonesia untuk mengetahui bagaimana solusi SAP S/4HANA Finance dapat memberi perubahan yang lebih baik bagi perusahaan Anda.