span 1 span 2 span 3

Cara Menerapkan SAP Clean Core: Langkah Praktis untuk Migrasi

Banyak tim IT sudah familiar dengan konsep clean core. Namun, mereka sering kesulitan menentukan langkah awal dan urutannya. Menjelang tenggat SAP ECC, banyak objek Z menumpuk tanpa rencana yang jelas. Artikel ini memberikan langkah-langkah praktis untuk menerapkan clean core saat migrasi ke S/4HANA. Ini juga melengkapi panduan SAP Clean Core, lengkap dengan nama tool audit resmi.

SAP Clean Core adalah prinsip untuk menjaga inti SAP S/4HANA tetap standar dan mudah di-upgrade dengan memindahkan kustomisasi ke luar inti. Biasanya, kustomisasi dipindahkan ke SAP Business Technology Platform (BTP) atau ke ABAP Cloud. Dalam proses migrasi, penerapannya mencakup audit kode kustom. Selain itu, penetapan target per dimensi, pemilihan model ekstensi yang aman untuk di-upgrade, dan pengelolaan berkelanjutan juga menjadi bagian dari langkah ini.

Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk menerapkan SAP Clean Core saat migrasi?

Penerapan clean core terdiri dari lima langkah berurutan yang berjalan bersamaan dengan migrasi ERP ke cloud. Langkah-langkah tersebut meliputi adopsi proses standar (fit-to-standard), audit dan klasifikasi kode kustom, penetapan target per dimensi, pemilihan model ekstensi yang aman untuk upgrade, serta pengelolaan berkelanjutan. Audit dilakukan sebelum cutover. Tata kelola tetap berjalan setelah go-live.

1. Fit-to-standard

Adopsi proses standar SAP dulu; kustomisasi hanya untuk gap nyata

Workshop fit-to-standard / SAP Best Practices

2. Audit custom code

Inventaris objek Z; pisahkan yang terpakai dari yang tak terpakai

SAP Readiness Check, SAP Custom Code Migration app, ABAP Test Cockpit (ATC)

3. Tetapkan target

Sasaran per dimensi clean core: proses, ekstensi, integrasi, data, operasi

Target level per dimensi (baseline terukur)

4. Pilih model ekstensi

In-app (key-user) vs side-by-side (SAP BTP) vs on-stack ABAP Cloud

Ekstensi via released API, utamakan level A/B

5. Tata kelola

Cegah kustomisasi kotor baru setelah go-live

ATC + extensibility guideline

Langkah 1-2: Audit Custom Code dan Tetapkan Target

Sebelum mulai ekstensi, jalankan fit-to-standard dan audit kode kustom dengan 3 tool resmi SAP. Gunakan SAP Readiness Check untuk memetakan dampak simplifikasi dan objek yang terdampak. Pakai SAP Custom Code Migration app untuk memisahkan objek yang terpakai dan tidak terpakai berdasarkan data pemakaian. Gunakan ABAP Test Cockpit (ATC) untuk memeriksa kepatuhan clean core pada setiap objek. Sebagian besar kode lama sudah tidak digunakan. Temuan industri menyebut sekitar 40-60% custom code legacy sudah tidak digunakan dan dapat dihapus saat migrasi. Oleh karena itu, langkah pertama sering kali bukan memindahkan kode, melainkan menghentikan kode yang sudah mati. Menurut SAP Custom Code Migration Guide, objek yang tidak terpakai diidentifikasi dari data pemakaian dan dapat dihapus melalui deletion transport saat konversi.

Objek yang tersisa masuk ke dalam empat keputusan. Objek dapat dihentikan, ditulis ulang di SAP BTP, dimigrasikan ke ABAP Cloud, atau dipertahankan sementara. Langkah ini menghasilkan daftar prioritas dan target clean core per dimensi sebagai baseline yang dapat diukur. Dalam praktiknya, proyek sering terhambat karena audit yang tertunda. Hambatannya bukan berasal dari teknologi ekstensi.

Bagaimana cara memilih antara In-App dan Side-by-Side Extensibility?

Gunakan in-app (key-user) extensibility untuk penyesuaian kecil yang tetap berada dalam stack, seperti custom field atau adaptasi UI Fiori. Pilih side-by-side extensibility di SAP BTP untuk logika kompleks, UI kustom, atau integrasi yang perlu terpisah dari inti. Keduanya memakai API yang dirilis untuk menjaga keamanan saat upgrade.

Sejak Agustus 2025, SAP menilai kebersihan ekstensi dengan model empat tingkat A, B, C, dan D. Model ini menggantikan model tiga tingkat yang lama. Menurut SAP News Center, tingkatannya berjenjang:

  • Level A: paling bersih, hanya released API resmi SAP. Lewat on-stack ABAP Cloud atau side-by-side di SAP BTP.
  • Level B: ABAP klasik dengan API dan framework resmi SAP yang sudah terdokumentasi dan biasanya tetap stabil saat di-upgrade.
  • Level C: bisa mengakses objek internal SAP. Sebagian sesuai aturan, dan tetap fleksibel untuk skenario legacy.
  • Level D: bukan clean core. Ini adalah modifikasi atau objek yang tidak direkomendasikan dengan risiko dan utang teknis paling tinggi.

Aturan praktis dalam menjalankan SAP Clean Core adalah mendahulukan Level A dan B. Gunakan Level C hanya jika diperlukan. Blokir pola Level D lewat ATC.

Apakah Semua Custom Code Harus Bersih Sebelum Migrasi?

Tidak. Clean core adalah pendekatan bertahap. Anda tidak harus mencapainya 100% sebelum cutover. Prioritaskan sesuai tingkat pentingnya bagi bisnis. Pindahkan kustomisasi yang relevan ke dalam ekstensi yang aman untuk di-upgrade. Pertahankan sebagian kustomisasi jika memang diperlukan. Targetnya adalah Level A atau B yang bisa diukur, bukan yang langsung sempurna.

Tingkat kewajibannya bergantung pada edisi. SAP S/4HANA Cloud Public Edition dibuat dengan konsep clean core. Modifikasi inti tidak tersedia, jadi ini praktis menjadi wajib. Private Edition dan on-premise lebih fleksibel. Meski begitu, SAP tetap menyarankan jalur bersih melalui ABAP Cloud dan SAP BTP.

Waktu untuk migrasi semakin sedikit. Mainstream maintenance SAP ECC berakhir pada 31 Desember 2027. Extended maintenance bersifat opsional dengan biaya tambahan 2 persen hingga 2030. Menunda hanya akan meningkatkan biaya. Tata kelola juga merupakan proses berkelanjutan. Menjaga inti tetap bersih setelah go-live sama pentingnya dengan membersihkannya saat migrasi.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apakah semua kustomisasi harus dihapus untuk menerapkan clean core?

Tidak. Sebagian besar kode lama dapat dihentikan. Temuan industri menunjukkan bahwa sekitar 40-60% kode kustom lama sudah tidak digunakan. Sisanya yang masih relevan tidak dihapus. Kode itu dipindahkan ke ekstensi yang aman untuk di-upgrade di SAP BTP atau ABAP Cloud. Tujuannya adalah memindahkan kustomisasi ke luar inti, bukan menghapus semuanya.

Apa alat yang digunakan untuk menilai custom code sebelum migrasi?

SAP menyediakan tiga alat resmi yang digunakan secara berurutan. SAP Readiness Check menilai kesiapan konversi dan memetakan objek yang terdampak. SAP Custom Code Migration app memilah objek yang terpakai dan tidak terpakai berdasarkan data pemakaian. ABAP Test Cockpit (ATC) memvalidasi kepatuhan terhadap clean core pada setiap objek.

Apakah ini wajib untuk semua deployment SAP?

Tidak semua. SAP S/4HANA Cloud Public Edition menjalankan clean core sebagai standar. Pembaruan berjalan otomatis dan perubahan inti tidak bisa dilakukan, sehingga clean core menjadi wajib. Private Edition dan on-premise lebih longgar. Classic extensibility masih bisa digunakan, walaupun SAP tetap menyarankan jalur bersih melalui ABAP Cloud dan SAP BTP.

Kesimpulan

Menerapkan clean core bukan satu proyek besar. Prosesnya terdiri dari beberapa langkah: fit-to-standard, audit, menetapkan target, memilih ekstensi yang aman untuk upgrade, lalu mengelola tata kelola yang berjalan bersama migrasi S/4HANA dan terus berlanjut setelahnya. Sebagai SAP Platinum Partner melalui United VARs dan berpengalaman sejak 1998, Soltius menjalankan migrasi S/4HANA dan menerapkan prinsip clean core, mulai dari audit custom code hingga penempatan ekstensi di SAP BTP, didukung oleh Application Management Services (AMS).

Untuk membahas penerapan clean core di lingkungan SAP Anda, silakan kunjungi soltius.co.id.

Other News

Nov 18, 2026
Employee Central SAP SuccessFactors: Fungsi dan Keunggulannya
Nov 16, 2026
Apa Itu Human Capital Management (HCM)? Panduan Lengkap