Supply Chain Management – Persaingan bisnis semakin ketat dibarengi dengan perkembangan teknologi yang juga semakin cepat. Perusahaan bisnis di sektor e-commerce seperti Amazon memiliki pertumbuhan bisnis yang mengesankan dimana data terakhir pertumbuhan bisnis di tahun 2018 sampai 2019 ini mencapai 30% dan keuntungan sebanyak 13% didapatkan dari transaksi global salah satunya di kawasan Asia Pasifik.
Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari kesuksesan Amazon tersebut. Salah satu yang paling menonjol adalah manajemen rantai pasokan atau sering disebut dengan SCM. Dengan SCM ini Amazon mampu mengakomodasi ekspektasi pelanggan berhubungan pengiriman barang yang terus dilakukan dengan cepat. Di Indonesia sendiri transformasi besar-besaran dilakukan oleh beberapa platform marketplace dengan membuat jalur distribusi barang yang jauh lebih efisien.
Dulu proses rantai pasokan ini hanya melibatkan pembeli dan pemilik toko hal itu karena penjualan dilakukan dengan cara tatap muka langsung. Saat ini jual-beli online aktivitas akan lebih panjang dan melibatkan banyak hal. Dalam setiap aspek rantai pasokan ini akan ada aktivitas pertukaran informasi, transaksi dana, mengelola barang, manajemen logistik, sampai dengan proses pelaporan.
Kini banyak platform e-commerce yang menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga agar bisa mendapatkan alur yang lebih efisien. Perusahaan industri tidak bisa berdiri sendiri untuk menyapa pasar, terutama dalam menjangkau konsumen yang menjadi target utama dan menjadi peran penting dalam kesuksesan bisnis.
Dengan menerapkan SCM ini perusahaan bisnis atau industri bisa menghadirkan produk cepat, distribusi cepat, dan tentunya berkualitas. Beberapa pihak yang bisa digandeng adalah perusahaan transportasi, supplier, jaringan khusus distributor, retailer, dan lain sebagainya yang bisa memasarkan produk ke konsumen dan saling menghasilkan keuntungan tanpa harus mengabaikan kepuasan sang costumer.
Supply Chain Management atau SCM merupakan sistem untuk pendekatan lokal dengan mengantarkan produk ke konsumen akhir dengan bantuan teknologi informasi dan juga mengoordinasikan semua elemen atau komponen supply chain dari pemasok sampai dengan retailer. Menurut ahli SCM merupakan kegiatan pengantaran produk mulai dari bahan baku termasuk sumber bahan baku dan suku cadang, manufaktur, dan perakitan, pergudangan dan juga pelacakan inventaris. SCM juga mencakup orderan masuk, manajemen pemesanan, distribusi produk, mengirimkan ke konsumen dan pelanggan, dan juga sistem informasi yang digunakan untuk memantau seluruh kegiatan.
Setelah membaca beberapa pengertiannya dapat disimpulkan bahwa fungsi dari konsep SCM tersebut adalah:
Merencanakan apa saja yang akan dilakukan agar bisa mencapai tujuan dari perusahaan atau industri itu sendiri.
Baca Juga: Tujuan dan Fungsi Supply Chain Management
Fungsi konsep SCM selanjutnya adalah mencapai sebuah rencana. Agar bisa mencapainya perusahaan bisnis ini perlu melakukan organisasi baik teknis maupun non teknis. Segala sesuatu yang tidak terorganisasi dengan baik tidak akan bisa berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.
Karena digerakkan oleh rencana maka penting bagi perusahan agar menyusun staff maupun sumber daya manusia yang diperlukan dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jangan terlau over karena tidak bagus untuk biaya operasional perusahaan.
Fungsi konsep Supply Chain Management selanjutnya adalah adanya staff atau sumber daya manusia ini perusahaan akan menciptakan instruksi yang bisa dipatuhi oleh staff yang sekaligus menjadi pewujudan rencana dari perusahaan.
Yang terakhir adalah pengendalian. Dari instruksi tersebut manajemen perusahaan akan mengontrol dan juga memastikan bahwa standar operasional dan juga instruksi yang diarahkan tersebut bisa sesuai dengan rencana maupun tujuan sehingga proses dari produksi bisa berjalan optimal.
SCM ini sangat penting bagi proses bisnis karena akan mengawal mulai dari proses bahan baku dan komponen agar menjadi produk kemudian mengirimkannya ke konsumen akhir dan memastikan jika pengiriman tersebut memuaskan. Dengan melihat pentingnya Supply Chain Management tersebut sudah seharusnya perusahaan update dan mengimplementasikan teknologi atau software satu ini.
Baca Juga: Supply Chain Management: Tujuan, Fungsi, Proses dan Strateginya