span 1 span 2 span 3

SAP Build Apps: Membuat Aplikasi Bisnis dengan Pendekatan Low-Code

Permintaan aplikasi internal seringkali menumpuk di tim IT. Contohnya seperti form persetujuan, aplikasi input lapangan, dan dashboard sederhana. Permintaan ini bisa menunggu berbulan-bulan. SAP Build Apps memberi solusi untuk membuat aplikasi low-code SAP tanpa harus menunggu di daftar tunggu developer. Platform ini adalah salah satu platform low-code dan no-code untuk pengguna SAP. Perlu diingat, sejak Maret 2026, status platform ini telah berubah. Cara Anda mengaksesnya akan menentukan apakah aplikasi tersebut dibangun di atas fondasi yang benar.

SAP Build Apps (sebelumnya AppGyver) adalah visual app builder low-code/no-code untuk membangun aplikasi bisnis web dan mobile melalui drag-and-drop tanpa coding tradisional, serta terintegrasi dengan SAP S/4HANA dan sistem lainnya melalui platform SAP. Mulai 23 Maret 2026, seluruh kapabilitasnya digabungkan ke dalam suite terpadu SAP Build.

Langkah Besar Membangun Aplikasi Bisnis Low-Code di SAP Build

Membangun aplikasi bisnis low-code di SAP mengikuti alur utama yang serupa, terlepas dari tool front-end yang digunakan: siapkan lingkungan, hubungkan data, rancang antarmuka visual, tambahkan logika tanpa coding, uji, lalu deploy dan kelola. Enam langkah ini tetap berlaku setelah Maret 2026; perbedaannya hanya pada app builder yang kini berada di bawah SAP Build.

  1. Siapkan lingkungan di SAP Build yang berjalan di atas SAP Business AI Platform (BAIP), sebelumnya SAP BTP. Lakukan provisi ruang kerja dan peran pengguna.
  2. Hubungkan sumber data SAP S/4HANA dan SuccessFactors lewat OData. Hubungkan juga sistem non-SAP lewat REST API. Semua koneksi memakai BTP destinations.
  3. Rancang antarmuka visual menggunakan drag-and-drop untuk halaman, komponen UI, dan navigasi, sehingga satu desain dapat digunakan untuk web, iOS, dan Android sekaligus.
  4. Tambahkan logika bisnis secara visual dengan menyusun alur logika tanpa perlu menulis kode tradisional.
  5. Uji dan deploy aplikasi ke web dan app store dengan memanfaatkan autentikasi dan tata kelola platform.
  6. Kelola siklus hidup aplikasi secara terpusat, gunakan komponen reusable, dan lakukan monitoring untuk mencegah aplikasi menjadi shadow IT.

Dua jalur integrasi, OData dan REST, serta tiga target deploy, web, iOS, dan Android, dari satu desain mempercepat proses. Ini lebih cepat dibanding membangun aplikasi secara terpisah dari awal.

SAP Build Apps, Process Automation, atau Work Zone: Kapan Harus Menggunakannya?

SAP Build mencakup tiga kapabilitas utama dengan tujuan berbeda. App Builder (sebelumnya SAP Build Apps) digunakan untuk membangun aplikasi dan antarmuka baru. SAP Build Process Automation mengotomasi alur kerja dan tugas berulang melalui workflow dan RPA. SAP Build Work Zone membangun portal sebagai satu pintu akses. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan bisnis, bukan berdasarkan popularitas.

Aplikasi/antarmuka baru bagi pengguna

App builder (eks SAP Build Apps)

Aplikasi approval mobile, form input lapangan

Mengotomasi alur kerja & tugas berulang

SAP Build Process Automation

Otomasi persetujuan PO (workflow + RPA)

Satu pintu akses ke aplikasi & informasi

SAP Build Work Zone

Portal karyawan, launchpad terpadu

Dalam praktiknya, ketiga kapabilitas ini sering digunakan secara bersamaan: portal Work Zone menampilkan aplikasi dari App Builder, sementara proses di belakang layar dioptimasi oleh Process Automation. Ketiganya berfungsi sebagai ekstensi side-by-side yang menjaga prinsip clean core, sehingga inti SAP S/4HANA tetap standar dan aman saat upgrade.

Apakah SAP Build Apps masih penting setelah pengumuman pada Maret 2026?

SAP akan menghentikan SAP Build Apps sebagai produk mandiri pada 23 Maret 2026 tanpa dampak langsung. Pelanggan dengan kontrak aktif tetap bisa mengakses layanan, SLA, dan perawatan sampai kontrak berakhir. Ke depan, SAP Build akan menjadi platform terpadu yang menggabungkan low-code, code-first lewat SAP Build Code, dan kemampuan AI generatif.

SAP Build Apps berasal dari AppGyver, pionir no-code app builder yang diakuisisi SAP pada 2021. Berdasarkan dokumentasi resmi SAP tentang path forward, aplikasi web dan mobile yang sudah dibangun tidak bisa dipindahkan secara otomatis ke tool lain. SAP menyediakan konversi berbantuan yang memproses arsip frontend (.mtar) menjadi keluaran best-effort dalam React atau SAPUI5 untuk pengembangan lanjutan, bukan migrasi satu klik.

Perubahan ini merupakan bagian dari konteks yang lebih luas. SAP BTP akan resmi menjadi SAP Business AI Platform (BAIP) pada pertengahan 2026. Ini adalah bagian dari konsolidasi menuju pendekatan AI-first, bukan sekadar perubahan nama.

Secara realistis, bagi organisasi yang baru memulai, membangun di atas produk yang sudah di deprecate meningkatkan risiko. Pilihan yang lebih aman adalah memulai dengan Unified SAP Build dan SAP Build Code sejak awal. Gunakan app builder yang sama tanpa mewarisi jalur produk yang sudah dihentikan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa perbedaan antara SAP Build Apps dan SAP Build?

SAP Build Apps adalah salah satu komponen, yaitu visual app builder (sebelumnya AppGyver) untuk aplikasi web dan mobile. SAP Build merupakan suite terpadu yang menggabungkan app builder, SAP Build Process Automation, Work Zone, dan Build Code. Sejak 23 Maret 2026, app builder tidak lagi dijual sebagai produk standalone.

Apakah SAP Build Apps masih bisa digunakan setelah pengumuman depresiasi?

Ya, untuk pelanggan yang sudah ada, akses penuh, SLA, dan maintenance tetap berjalan sampai kontrak selesai. SAP mengumumkan deprekasi standalone pada 23 Maret 2026. SAP juga mengarahkan pembangunan baru ke unified SAP Build. Provisi instance baru dihentikan setelah masa kontrak berakhir.

Apakah bisa membuat aplikasi tanpa coding di SAP?

Bisa lewat pendekatan low-code/no-code drag-and-drop di SAP Build. Studi GigaOm pada Maret 2025 menyebut SAP Build sekitar tiga kali lebih cepat dan 59% lebih efisien dibanding pengembangan custom tradisional.

Kesimpulan

SAP Build Apps memperkenalkan pendekatan low-code untuk membangun aplikasi bisnis di ekosistem SAP. Namun, keputusan yang tepat pada 2026 adalah memulai dengan unified SAP Build, bukan produk standalone yang sudah di deprecate. Sebagai SAP Platinum Partner melalui United VARs dan berpengalaman sejak 1998, Soltius siap mendampingi proses pemilihan dan pembangunan ekstensi low-code SAP Build di atas BTP sambil menjaga clean core.

Untuk mendiskusikan solusi untuk membangun aplikasi bisnis low-code dengan SAP Build Apps dan SAP Build di perusahaan Anda, silakan kunjungi soltius.co.id.

Other News

Nov 18, 2026
Employee Central SAP SuccessFactors: Fungsi dan Keunggulannya
Nov 16, 2026
Apa Itu Human Capital Management (HCM)? Panduan Lengkap