span 1 span 2 span 3

8 Modul SAP Indonesia yang Paling Banyak Digunakan Perusahaan

Kiprah SAP di Indonesia sudah berlangsung sejak tahun 90-an, tepatnya pada tahun 1997. Saat itu, SAP hadir di Indonesia sebagai solusi bagi perusahaan yang baru saja ingin memulai digitalisasi. Dari hanya beberapa perusahaan saja, kini SAP terus berkembang hingga melayani ribuan perusahaan di Indonesia, baik perusahaan berskala enterprise maupun perusahaan rintisan.

SAP dipilih oleh perusahaan-perusahaan Indonesia karena solusinya yang menangani segala aktivitas bisnis. Mulai dari manajemen SDM, keuangan, penjualan, hingga produksi, semuanya bisa SAP kelola dengan baik. Ini karena SAP memiliki beragam modul untuk menangani aktivitas-aktivitas tersebut.

Modul SAP apa saja yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia? Untuk mengetahuinya, silakan membaca artikel berikut ini!

Modul SAP yang Banyak Digunakan Perusahaan

Dalam perangkat lunak SAP ada berbagai macam modul yang bisa dipilih. Modul yang ada di SAP memiliki fungsinya masing-masing dan bisa dimanfaatkan untuk keberlangsungan perusahaan. Dari beberapa modul yang ditawarkan tersebut ada beberapa modul yang paling sering digunakan oleh perusahaan seperti di bawah ini:

1. Finance and Controlling (FICO)

Modul SAP pertama yang paling banyak digunakan adalah modul Finance and Controlling. Modul ini adalah kombinasi dari Financial Accounting (FI) dan Controlling (CO), yang berfungsi untuk mengelola aspek keuangan dan akuntansi dalam perusahaan. 

Dua aspek paling penting dalam modul FICO adalah cost dan revenue. Secara keseluruhan, modul Finance and Controlling mencakup pengelolaan buku besar, manajemen kas, laporan keuangan, serta akuntansi biaya. Dengan adanya modul FICO, perusahaan dapat membuat laporan keuangan yang lebih akurat dan melakukan analisis biaya yang lebih efektif.

2. Production Planning (PP)

Modul Production Planning dirancang untuk mengatur perencanaan dan pengendalian produksi dalam suatu perusahaan manufaktur. Modul ini mencakup konfigurasi sistem, pengelolaan data master, serta solusi untuk optimasi proses produksi. Dengan menggunakan modul Production Planning, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi produksi serta mengurangi pemborosan sumber daya.

Modul ini terintegrasi dengan modul lainnya, seperti modul SD, MM, QM, FICO, dan PM. Integrasi ini sangat penting mengingat proses produksi dari barang mentah menjadi barang jadi adalah proses yang panjang.

3. Material Management (MM)

Modul MM memiliki peran penting dalam manajemen pengadaan dan inventaris perusahaan. Dengan modul ini, perusahaan dapat mengelola proses pembelian, penyimpanan, serta distribusi bahan baku.

Modul ini juga dapat terintegrasi dengan modul lain seperti Finance and Controlling, Sales and Distribution, Quality Management, Warehouse Management, dan Production Planning, sehingga memungkinkan koordinasi yang lebih baik antar departemen.

4. Sales and Distribution (SD)

Modul Sales and Distribution digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam aktivitas yang berhubungan dengan penjualan dan distribusi. Fungsi utama dari modul SD meliputi manajemen pesanan pelanggan, konfigurasi produk, pengelolaan distribusi, pengiriman, serta faktur dan penagihan. Dengan modul SD, perusahaan dapat memastikan bahwa pesanan pelanggan dikelola dengan lebih cepat dan akurat.

Modul ini juga merupakan salah satu modul paling penting dan terintegrasi dalam SAP. Mengingat proses penjualan dan distribusi yang panjang, modul Sales and Distribution akan berhubungan erat dengan modul-modul lainnya seperti Finance and Controlling, Material Management, Production Planning, dan Logistics Execution.

Baca Juga: Pengertian dan Implementasi SAP Indonesia

5. Human Resource (HR) 

Modul Human Resource membantu mengintegrasikan berbagai proses dalam manajemen sumber daya manusia. Beberapa fungsi utama dari modul ini mencakup administrasi karyawan, manajemen waktu, penggajian, serta pengelolaan rekrutmen. Dengan adanya modul HR, perusahaan dapat mengelola tenaga kerja mereka secara lebih efisien dan transparan.

Selain mengelola penggajian, rekrutmen, dan administrasi karyawan, modul HR juga dapat menangani manajemen business trip, personal development, perencanaan tenaga kerja atau workforce planning, dan manajemen training karyawan. 
Bahkan, ada juga modul-modul self service seperti ESS (Employee Self-Service) dan MSS (Manager Self-Service) yang bisa digunakan oleh karyawan dan manajer untuk mengelola data pribadinya secara mandiri.

6. Customer Relationship Management (CRM)

Modul SAP selanjutnya adalah modul Customer Relationship Management yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan perusahaan dengan pelanggan. CRM memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan, meningkatkan layanan pelanggan, serta mengoptimalkan strategi pemasaran. Modul ini juga terintegrasi dengan supply chain, business intelligence, serta analisis kinerja bisnis, sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik.

7. Project System (PS)

Modul Project System digunakan untuk mengelola proyek dalam perusahaan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan dan pengendalian. Dengan modul PS, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien, mengelola anggaran proyek, serta memantau perkembangan proyek secara real-time.

8. Plant Maintenance (PM)

Modul Plant Maintenance berfungsi untuk mengelola pemeliharaan aset dan peralatan dalam perusahaan. Dengan modul ini, perusahaan dapat memastikan bahwa mesin dan fasilitas produksi selalu dalam kondisi optimal, sehingga dapat mengurangi risiko downtime dan meningkatkan efisiensi operasional.


Itulah 8 modul SAP yang paling banyak digunakan perusahaan. Di samping modul-modul tersebut, ada pula modul lain yang tak kalah pentingnya seperti modul Logistic Execution (LE), Supplier Relationship Management (SRM), Quality Management (QM), Business Intelligence (BI).

Baca Juga: Ingin Software SAP Indonesia Bekerja Maksimal? Hindari Kesalahan Ini!

Kelebihan

Kelebihan yang bisa didapatkan perusahaan dengan mengimplementasikan SAP Indonesia ini adalah bisa meningkatkan kecepatan proses bisnis yang berhubungan dengan pelayanan pelanggan, meningkatkan reaksi terhadap perubahan pasar. Tidak hanya itu saja SAP ini juga meningkatkan konsistensi kinerja perusahaan dan memastikan bahwa SOP yang diberlakukan perusahaan sudah dijalankan secara  maksimal.

Modul SAP memberikan berbagai solusi bagi perusahaan dalam mengelola berbagai aspek bisnis, mulai dari keuangan, produksi, hingga hubungan pelanggan. Dengan mengimplementasikan modul yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data. Dengan begitu, perusahaan dapat lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan bisnis di era digital.


Jika Anda ingin menjadi yang terbaik di industri, memilih modul SAP yang tepat adalah keharusan. Namun, bagaimana cara memilih modul yang tepat di antara beragam modul SAP? Tenang saja, Soltius sebagai penyedia SAP Indonesia siap membantu Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi https://www.soltius.co.id dan tim terbaik kami akan membantu Anda memilih modul SAP yang tepat.

Artikel Menarik Lainnya:

Other News

Jan 29, 2026
Konsep SAP Datasphere: Apa Itu Business Data Fabric dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Jan 27, 2026
Bagaimana SAP IBP Mendukung Proses S&OP (Sales & Operations Planning)?